, ,

Cerita Sasambo, Cara AMMAN Angkat Dinamika Pertambangan dari NTB

Posted by

Jakarta, Petrominer – Setelah beberapa kali menggelar kompetisi jurnalistik di Nusa Tenggara Barat (NTB), kini PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN) menyelenggarakan bagi jurnalis dan media di tingkat nasional. Ajang bertajuk ‘Cerita Sasambo’ ini diinisiasi sebagai bentuk apresiasi kepada para insan pers atas perannya dalam menghadirkan karya jurnalistik yang berkualitas dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

“Cerita Sasambo terinspirasi dari nama tiga suku utama di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), yaitu Sasak, Samawa, dan Mbojo,” ujar Vice President Corporate Communications AMMAN, Kartika Octaviana, dalam jumpa pers yang diadakan secara daring, Senin (6/7) sore.

Melalui ajang ini, dia juga berharap dapat mendorong lahirnya karya-karya jurnalistik yang mengangkat dinamika industri pertambangan dari tanah NTB untuk masyarakat luas di Indonesia.

“Kami meyakini bahwa jurnalisme yang berkualitas dapat membantu memperluas wawasan publik melalui informasi yang akurat dan mendalam,” ungkap Kartika.

Kompetisi ini terbuka bagi jurnalis dari media nasional dengan dua kategori utama, yakni Media Online & Cetak, dan Media Sosial (akun resmi media) berupa konten jurnalistik yang dipublikasikan melalui platform digital seperti Instagram, Facebook, TikTok, dan YouTube. 

Peserta dapat mengangkat salah satu dari dua tema yang telah ditetapkan pihak penyelenggara. Yakni Inovasi dan Teknologi dalam Operasi Pertambangan yang Bertanggung Jawab, dan  Keberlanjutan dan Dampak Sosial bagi Masyarakat dan Lingkungan.

Setiap peserta dapat mengirimkan maksimal tiga karya untuk masing-masing tema pada periode 6 Juli hingga 4 September 2026. Kompetisi ini menghadirkan total hadiah ratusan juta rupiah bagi para pemenang.

“Melalui Cerita Sasambo 2026, AMMAN berharap semakin banyak karya jurnalistik yang mampu memperkaya diskusi publik mengenai perkembangan industri pertambangan Indonesia, sekaligus mengangkat berbagai praktik baik dan kisah inspiratif dari daerah kepada khalayak yang lebih luas, baik di tingkat nasional maupun internasional,” ujar Kartika.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *