, ,

PPI Dunia Dorong Kolaborasi Global Perkuat Ketahanan Energi

Posted by

Jakarta, Petrominer – Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Dunia menegaskan bahwa ketahanan energi menjadi salah satu isu strategis yang menentukan masa depan pembangunan Indonesia. Sebagai negara dengan potensi sumber daya energi yang besar, Indonesia dituntut untuk mampu menjaga keseimbangan antara keamanan pasokan, keterjangkauan energi, keberlanjutan lingkungan, dan daya saing ekonomi nasional.

Karena itulah, PPI Dunia berharap dapat memperkuat peran diaspora Indonesia dalam membangun ekosistem inovasi, memperkuat kapasitas sumber daya manusia, serta menyiapkan generasi muda Indonesia yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan memiliki kepedulian tinggi terhadap masa depan energi nasional. Bukan hanya sebagai penyumbang gagasan strategis, tetapi juga sebagai mitra aktif bagi pemerintah dan masyarakat.

Salah satu kontribusi pemikiran diaspora Indonesia terhadap pembangunan sektor energi dituangkan dalam sebuah kajian yang disusun oleh Komisi Energi dan Sumber Daya Mineral PPI Dunia, yakni “Indonesia Energy Outlook 2026: Menavigasi Ketahanan Energi, Transisi, dan Industrialisasi Nasional.” Diseminasi kajian ini digelar dalam Strategic Energy Forum yang diselenggarakan oleh Direktorat Penelitian dan Kajian (Ditlitka) PPI Dunia secara daring, Sabtu (4/7).

Dalam sambutannya, Koordinator PPI Dunia, Andika Ibrahim Nasution, menegaskan Indonesia perlu menangani keamanan energi Indonesia dalam konteks fluktuasi global dan pergeseran geopolitik. 

Pada kesempatan yang sama, Duta Besar RI untuk Qatar, Syahda Guruh Langkah Samudera, menekankan bahwa konflik di wilayah timur tengah telah menunjukkan kebergantungan ekstraksi sumber daya alam di perut bumi dengan stabilitas di permukaan. Syahda menekankan perlunya ketahanan energi nasional, menyoroti upaya Indonesia untuk beralih ke sumber energi terbarukan yang salah satunya diupayakan melalui kerja sama internasional dalam membiayai transisi tersebut.

Kebijakan yang Adaptif

Acara diskusi dibuka dengan keynote speech oleh Anggota Dewan Energi Nasional (DEN), Satya Widya Yudha. Satya menggarisbawahi bahwa strategi ketahanan energi Indonesia harus dibangun melalui kebijakan yang adaptif terhadap perubahan geopolitik global.

Sementara Hendra Gunawan, yang mewakili Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, memperkuat pesan yang disampaikan Satya dengan arah kebijakan pemerintah dalam memperkuat ketahanan energi nasional. Di antaranya melalui optimalisasi sumber daya energi domestik, penguatan hilirisasi, serta percepatan pengembangan energi baru dan terbarukan sebagai bagian dari peta jalan transisi energi nasional.

Hendra juga menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara ketahanan pasokan energi, pertumbuhan ekonomi, dan komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan.

Selanjutnya, Vice President Technology Innovation Upstream & Low Carbon PT Pertamina (Persero), Ali Sundja, memaparkan upaya Pertamina untuk menyeimbangkan produksi minyak dan gas sambil mengembangkan solusi energi rendah karbon guna memenuhi target emisi Net Zero Indonesia tahun 2060. Ali menekankan perlunya kolaborasi dengan pemerintah, penyedia teknologi, dan lembaga akademis untuk mempercepat inisiatif ini serta memperkuat posisi Indonesia dalam transformasi energi global.

Ardian juga menjelaskan bagaimana ketegangan geopolitik di Timur Tengah, khususnya yang berdampak pada lalu lintas di Selat Hormuz, telah memengaruhi keamanan energi dan menunjukkan pentingnya jaringan serta infrastruktur produksi yang resilien terhadap gejolak geopolitik.

Selain pemaparan materi, forum berlangsung secara interaktif melalui diskusi panel dan sesi tanya jawab yang melibatkan mahasiswa Indonesia di dalam dan luar negeri, akademisi, peneliti, praktisi sektor energi, serta masyarakat umum. Berbagai isu strategis mengemuka, mulai dari dampak konflik geopolitik terhadap keamanan pasokan energi, tantangan implementasi energi baru dan terbarukan, strategi menjaga keterjangkauan energi bagi masyarakat, hingga peran diaspora Indonesia dalam mendukung transfer teknologi, investasi hijau, dan penguatan kapasitas sumber daya manusia nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *