, , ,

Bukan Sekadar Kopi, PGE Hadirkan Kopi Kamojang di RECHARGE

Posted by

Jakarta, Petrominer –  Ada yang berbeda dari secangkir kopi yang disajikan di ruang kolaborasi energi hijau terbaru di Jakarta. Di balik aroma dan cita rasanya yang khas, tersimpan kisah tentang uap panas bumi, pemberdayaan petani, dan bagaimana inovasi energi bersih mampu meningkatkan nilai tambah kopi lokal melalui ekonomi sirkular di kaki Gunung Kamojang.

General Manager PGE Area Kamojang, A. Novi Purwono, mengatakan kehadiran Canaya ini menjadi langkah strategis untuk memperkenalkan hasil inovasi direct use geothermal kepada masyarakat yang lebih luas. Melalui ruang kolaborasi tersebut, pengunjung dapat menikmati kopi yang diproses menggunakan energi panas bumi sekaligus memahami bagaimana pemanfaatan energi bersih mampu memberikan nilai tambah bagi komoditas lokal dan meningkatkan kesejahteraan petani.

“PGE tidak hanya menghadirkan inovasi teknologi, tetapi juga memperkuat kelembagaan koperasi agar mampu mengelola potensi lokal secara mandiri,” ujar Novi usai acara peresmian Identitas dan Konsep Baru RECHARGE – Green Brew Space, Jum’at (26/6).

Keunikan Canaya tidak lepas dari proses produksinya yang menggunakan Geothermal Coffee Process (GCP), yaitu inovasi proses pengeringan kopi berbasis direct use geothermal. PGE menggandeng Koperasi Pemasaran Bersama Kanyaah Kamojang (KOPBASHKA) untuk membangun Geothermal Dry House, fasilitas pengeringan kopi yang memanfaatkan energi panas bumi melalui sistem heat exchanger.

Menurut Novi, Canaya merupakan bukti bahwa energi panas bumi tidak hanya dimanfaatkan untuk menghasilkan listrik, tetapi juga mampu meningkatkan kualitas dan nilai tambah komoditas lokal melalui inovasi direct use geothermal.

Teknologi ini mengoptimalkan pemanfaatan panas bumi dari pembangkit listrik Kamojang yang disalurkan melalui sistem heat exchanger. Hasilnya, proses pengeringan biji kopi yang sebelumnya memakan waktu sekitar 30 sampai 40 hari, tergantung kondisi cuaca, kini dapat dipangkas menjadi hanya 3 sampai 10 hari.

“Dengan suhu dan kelembapan yang terjaga 24 jam, kualitas biji kopi lebih bersih, seragam, dan minim cacat rasa. Cita rasa manis buah dan keasaman khas Arabika Kamojang pun tetap terjaga,” jelas Novi.

Ekonomi Petani Meningkat

Direktur Jenderal EBTKE, Eniya Listiani Dewi, menyampaikan bahwa RECHARGE – Green Brew Space merupakan salah satu bentuk dukungan Kementerian ESDM dalam mendorong kolaborasi pengembangan energi baru terbarukan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Kehadiran warung kopi ini menjadi ajang pembuktian bahwa sektor energi dapat berkontribusi terhadap pengembangan program-program pemberdayaan masyarakat yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Sementara Direktur Utama PGE, Ahmad Yani, mengatakan pemanfaatan energi panas bumi tidak hanya berfokus pada penyediaan energi bersih, tetapi juga harus mampu menciptakan nilai tambah bagi masyarakat di sekitar wilayah operasi. Inovasi ini menjadi bukti bahwa transisi energi dapat berjalan beriringan dengan pemberdayaan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Dampak program ini terasa langsung di kantong petani. Dengan kapasitas produksi mencapai 6–8 ton ceri kopi per siklus, efisiensi biaya operasional membuat koperasi mampu menaikkan harga beli ceri kopi dari petani menjadi Rp 17.000–Rp 18.000 per kilogram. Angka ini lebih tinggi dibandingkan harga beli sebelumnya yang berkisar Rp 16.000 per kilogram.

Saat ini, lebih dari 300 petani kopi di wilayah Kamojang telah merasakan manfaat program ini. Bahkan, kopi Canaya yang dihasilkan telah menembus pasar ekspor ke Jerman dan Jepang, menunjukkan daya saing produk kopi lokal berbasis inovasi energi bersih di pasar internasional.

“PGE berharap kehadiran Canaya di RECHARGE – Green Brew Space tidak hanya menjadi sajian bagi para pengunjung, tetapi juga menginspirasi pemanfaatan energi panas bumi secara lebih luas melalui kolaborasi antara pemerintah, BUMN, dan masyarakat dalam mendukung transisi energi berkelanjutan di Indonesia,” ujar Ahmad Yani.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *