
Bogor, Petrominer – PT Energia Prima Nusantara (EPN) terus memperkuat komitmennya dalam mendukung transisi energi bersih di Indonesia melalui pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap. Kali ini, EPN bekerja sama dengan PT Astra Komponen Indonesia (ASKI) membangun PLTS Atap berkapasitas 788,97 kWp di fasilitas produksi ASKI yang berlokasi di Cibinong, Bogor.
Direktur EPN, Achmad Rizal Roesindrawan, mengatakan kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya kedua perusahaan dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya dalam pemanfaatan energi baru terbarukan dan pengurangan emisi karbon di sektor industri. Kehadiran PLTS ini diharapkan dapat membantu efisiensi energi ASKI sekaligus memberikan kontribusi positif terhadap lingkungan
“Peresmian operasional PLTS Atap telah dilaksanakan di showroom ASKI, Bogor, pada 7 Mei 2026 lalu,” ujar Achmad Rizal, Jum’at (29/5).
Menurutnya, EPN sudah berpengalaman sejak tahun 2018 dan hingga saat ini telah mengembangkan kapasitas PLTS mencapai 37 MWp. Kehadiran PLTS ini diharapkan dapat membantu efisiensi energi ASKI sekaligus memberikan kontribusi positif terhadap lingkungan.
Sinergi Astra
Sementara Direktur ASKI, Prihatanto Agung Lesmono, menyebutkan bahwa kerja sama ini merupakan bentuk sinergi antar anak perusahaan Astra dalam memperkuat value chain sekaligus menciptakan kontribusi nyata terhadap keberlanjutan lingkungan. Kolaborasi ini diharapkan dapat menjadi langkah strategis dalam membangun ekosistem industri yang lebih hijau, efisien, dan rendah karbon di masa depan.
“Value chain sesama Astra untuk memperkuat sesama perusahaan Astra, terutama pada perusahaan kami yang memproduksi alat kesehatan. Langkah ini adalah kontribusi nyata terhadap lingkungan oleh ASKI dan pengurangan emisi karbon,” ujar Prihatanto.
Dia menjelaskan, pemakaian solar panel bisa tersambung sempurna dengan mesin yang ASKI miliki. PLTS Atap yang dibangun memiliki total 1.326 modul panel surya. Sistem ini diproyeksikan mampu menghasilkan listrik sebesar 1.084.981 kWh pada tahun pertama operasionalnya.
“Selain meningkatkan efisiensi energi perusahaan, pemanfaatan PLTS Atap ini juga diperkirakan mampu mengurangi emisi karbon hingga 900 ton CO2 per tahun, setara dengan manfaat lingkungan dari penanaman sekitar 40.933 pohon setiap tahunnya,” ungkap Priantanto.









Tinggalkan Balasan