
Jakarta, Petrominer – PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) menggandeng PT ADES Drilling Indonesia melakukan penyediaan jack up rig pengeboran proyek gas Mako di Wilayah Kerja (WK) Duyung, lepas pantai Natuna. Proyek pengembangan lapangan gas ini dikelola oleh Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) West Natuna Exploration Limited (WNEL).
Direktur Utama Pertamina Drilling, Avep Disasmita, mengatakan, konsorium Pertamina Drilling dan ADES telah menandatangani kontrak penyediaan jack up rig pengeboran untuk mendukung pengembangan lapangan gas Mako di WK Duyung. Dukungan penyediaan rig tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendorong peningkatan produksi migas nasional.
“Pertamina Drilling bersama ADES siap mendukung penuh pengembangan Lapangan Mako melalui penyediaan jack up rig yang andal dan berstandar keselamatan tinggi. Ini merupakan kontribusi nyata kami dalam mendukung peningkatan pasokan gas nasional,” ujar Avep, Selasa (28/4).
Menurutnya, keberhasilan proyek ini tidak hanya berdampak pada peningkatan produksi, tetapi juga memberikan efek berganda bagi perekonomian nasional. Lapangan Mako terletak di lepas pantai Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, dengan kedalaman laut sekitar 80 meter. Proyek ini menjadi salah satu pengembangan strategis untuk meningkatkan pasokan gas nasional.
Pengembangan lapangan gas ini memiliki arti penting karena potensi gas dari wilayah Natuna dapat dimanfaatkan untuk kepentingan dalam negeri. Selain itu, proyek ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan energi nasional serta mendukung peningkatan lifting migas Indonesia.
Berdasarkan rencana pengembangan, lapangan gas Mako diperkirakan mampu memproduksikan sekitar 120 juta standar kaki kubik gas per hari (MMSCFD).







