, ,

Indonesia Gandeng Korsel Garap CCS dan Mineral Kritis

Posted by

Kerja sama di bidang energi dan mineral antara Indonesia dan Korsel ini menjadi bagian penting bagi kedua negara dalam penguatan kapasitas bersama.

Jakarta, Petrominer – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, meneken tiga kesepakatan bilateral bidang energi dan mineral dengan Pemerintah Korea Selatan. Disaksikan Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung, penandatanganan kesepakatan kerja sama tersebut berlangsung di Istana Kepresidenan Blue House, Seoul, Korsel, Rabu (1/4).

Sebelumnya, berlangsung pertemuan antara Presiden Prabowo dan Presiden Lee. Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo menyampaikan keinginannya untuk meningkatkan hubungan kemitraan strategis antara Indonesia dan Korea Selatan menjadi lebih komprehensif. Presiden Prabowo juga mendorong agar para menteri dari kedua negara segera bekerja untuk merealisasikan peningkatan kerja sama tersebut.

Presiden Lee juga menyampaikan keinginannya untuk meningkatkan hubungan strategis dengan Indonesia. Malahan, Presiden Lee mengatakan bahwa tidak ada hubungan strategis dan komprehensif khusus antara Korsel dengan negara manapun di dunia selain dengan Indonesia.

“Hasil kunjungan ini mencerminkan posisi aktif Indonesia dalam membangun diplomasi energi, menjalin konsultasi dan berdiskusi atas penanganan perkembangan isu-isu energi terkini,” jelas Bahlil.

Dia menjelaskan kerja sama di bidang energi dan mineral menjadi bagian penting bagi kedua negara dalam penguatan kapasitas bersama. Terutama dalam menghadapi tantangan global seperti potensi ancaman krisis energi akibat konflik Timur Tengah di masa mendatang.

Pada bidang energi bersih, Pemerintah Indonesia dan Korea Selatan mendorong mekanisme teknologi, meningkatkan nilai investasi, menciptakan kesepakatan dagang, hingga pengembangan sumber daya manusia. Cakupan kerja sama dimulai dari energi terbarukan, nuklir, hidrogen, penyimpanan dan efisiensi energi, baterai, bioenergi, pengolahan sampah menjadi energi, jaringan listrik cerdas, stasiun pengisian, hingga sistem energi untuk pulau mandiri.

Di bidang mineral kritis, kedua negara tengah bekerja sama untuk menjalankan survei dan studi geosains, pengolahan, pemurnian, daur ulang, standar lingkungan, rehabilitasi tambang, reklamasi pascatambang, dan aspek keberlanjutan, sekaligus meningkatkan kerja sama antara sektor publik dan swasta, serta mendorong perdagangan dan investasi pada proyek-proyek mineral kritis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *