,

Daya Surplus, PLN Disjaya Gaet 3 Pelanggan Besar

Posted by

Jakarta, Petrominer – PT PLN (Persero) mengklaim sudah tidak ada lagi daerah yang mengalami pemadaman bergilir alias “biarpet” gara-gara kekurangan listrik. Padahal, sebelum ada program 35.000 megawatt (MW), banyak daerah di Indonesia yang mengalami defisit listrik.

“Sekarang sudah tidak ada lagi yang mengalami pemadaman bergilir alias biarpet gara-gara kekurangan listrik,” ujar Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Barat PLN, Haryanto WS, dalam acara “271 MVA Signing Ceremony of MoU & Power Connection Agreement”, Selasa (21/11).

Haryanto menyebutkan, beberapa wilayah yang sebelumnya tercatat mengalami defisit adalah Belitung, Pontianak, Manado, Kendari, Kupang, Lombok dan Jayapura. Namun, berdasarkan data terbaru di 2017, daerah-daerah tersebut diklaim sudah terbebas dari biarpet. Bahkan cadangan daya (reserve margin) di daerah-daerah itu ada yang sudah di atas 30 persen, misalnya Pontianak.

“Di Jawa sekarang cadangannya surplus 38 persen, Pontianak surplus 32 persen, Sumatra Utara 20 persen, Lombok surplus 32 persen. Jayapura yang dulu defisit 4 persen, sekarang surplus 29 persen,” paparnya.

Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Barat PT PLN (Persero) Haryanto WS. (Petrominer/Sony)

Haryanto juga memprediksi tarif listrik akan semakin terjangkau di masa mendatang. Pasalnya, pembangkit-pembangkit listrik baru di program 35.000 MW memiliki tingkat efisiensi yang tinggi.

Satu dekade lalu, PLN biasa membeli listrik dari Independent Power Producer (IPP) dengan harga 6-7 sen dolar AS per kWh. Sekarang harga belinya 4,5 sen dolar AS per kWh.

“Harga beli dari pengembang swasta sudah turun. Kalau program 35.000 MW selesai, saya yakin PLN akan mendapat harga yang lebih murah,” kata Haryanto.

Pelanggan Besar

Sebelumnya, Haryanto menyaksikan penandatangan MoU dan Power Connection Agreement antara PLN Distribusi Jakarta Raya (Disjaya) dengan tiga pelanggan besar. Total kapasitas yang akan dipasokan ke para pelanggan baru tersebut mencapai 271 mega volt amphere (MVA).

Ketiga pelanggan besar tersebut adalah PT Setiawan Dwi Tunggal (South City), PT Metropolitan Karyadeka Development (Metland Cyber City) dan PT Adhi Persada Properti (Grand Dhika City Life Style).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *