Palembang, Petrominer – Proyek Field Trial (FT) Injeksi Chemical di lapangan Meruap telah dimulai. Ini merupakan bagian dari upaya memperkuat optimisme peningkatan produksi migas nasional di tengah tantangan lapangan yang semakin matang (mature).
Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, meresmikan secara langsung proyek uji lapangan tersebut yang dilaksanakan di lapangan Meruap, Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi, Minggu (1/3). Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Kerja Sama Operasi Pertamina EP – Samudera Energy Bandar Wijaya Property (KSO BWP Meruap) sebagai bagian dari upaya optimalisasi produksi melalui penerapan Enhanced Oil Recovery (EOR).
“Program ini diharapkan mampu menjaga ketahanan energi nasional sekaligus mendukung pencapaian target lifting minyak yang terus ditingkatkan pemerintah,” ungkap Djoko.
Dia menjelaskan bahwa lapangan Meruap saat ini telah memasuki tahap produksi ketiga dan tergolong lapangan mature, dengan tantangan berupa penurunan tekanan reservoir serta peningkatan water cut. Pelaksanaan field trial ini menjadi secercah harapan untuk implementasi injeksi chemical yang lebih komprehensif di lapangan-lapangan mature di Indonesia.
Menurut Djoko, Proyek Field Trial Injeksi Chemical ini sejalan dengan arah kebijakan pemerintah untuk mengoptimalkan produksi dari lapangan eksisting, mengurangi ketergantungan terhadap eksplorasi berisiko tinggi, serta menjaga keberlanjutan produksi minyak nasional di tengah dinamika energi global.
Lapangan Meruap merupakan lapangan PT Pertamina EP yang di kerjasamakan dengan BWP Meruap dengan skema Kerja Sama Operasi (KSO) sejak Juli 2014 lalu. Produksi puncak mencapai sekitar 5.000 barel minyak per hari (BOPD) pada tahap produksi primer dan sekitar 2.500 BOPD pada tahap sekunder.
Penerapan field trial injeksi chemical pertama di wilayah KSO ini diharapkan dapat meningkatkan perolehan hidrokarbon yang dapat diproduksikan secara ekonomis hingga sekitar 6 persen. Kegiatan ini dilakukan melalui 16 sumur, yang terdiri dari 3 sumur injeksi dan 13 sumur produksi.
Kegiatan ini ditargetkan dapat memberikan tambahan cadangan sekitar 50 ribu barel volume minyak serta menghasilkan penambahan produksi menjadi 280 BOPD, atau meningkat lebih dari 50 persen dari baseline produksi saat ini yang sebesar 180 BOPD untuk ketiga pattern tersebut.
Dalam kesempatan yang sama, General Manager KSO BWP Meruap, Ani Surakhman, menyampaikan terima kasih atas kunjungan dan dukungan penuh dari SKK Migas yang telah membantu terlaksananya peresmian FT Injeksi Chemical. Mulai dari proses awal hingga bantuan teknis sehingga dapat dilakukan sesuai dengan tata waktu yang telah ditargetkan.
”Kepala SKK Migas hadir langsung disini memberikan sebuah suntikan semangat bagi kami untuk dapat melakukan kegiatan dan produksi dengan semaksimal mungkin,” ungkap Ani.
Proyek ini merupakan field trial pertama di area Kerja Sama Operasi (KSO) bersama Pertamina EP. Karena itulah, kegiatan ini diharapkan bisa menjadi model pengembangan EOR pada lapangan-lapangan sejenis.








Tinggalkan Balasan