Jakarta, Petrominer – Di tengah meningkatnya ancaman bencana alam dan dampak perubahan iklim, PT United Tractors Tbk (UT) meyakini bahwa ketahanan masyarakat tidak cukup dibangun melalui respons darurat semata. Dibutuhkan komitmen jangka panjang yang dijalankan secara konsisten, kolaboratif, dan berkelanjutan.
Head of Corporate Communications and Sustainability Division United Tractors, Dianwahyu Sri Purnomo, menyampaikan komitmen tersebut diwujudkan melalui Program Desa UniTy. Ini merupakan inisiatif pemberdayaan berbasis potensi lokal yang mengintegrasikan program Corporate Social Responsibility (CSR) UT dengan masyarakat sebagai penggerak utama.
“Berlokasi di lereng hutan Gunung Arjuno, Kota Batu, Jawa Timur, program ini telah menjangkau 819 warga di Sumbergondo, Tulungrejo, Tawangargo, dan Giripurno,” ujar Dianwahyu dalam keterangan resmi yang diterima PETROMINER, Senin (2/3).
Melalui Desa UniTy, UT terus berupaya menghadirkan dampak nyata serta menjadikan wilayah binaan sebagai contoh bahwa upaya menjaga lingkungan, memperkuat ekonomi masyarakat, dan meningkatkan kesiapsiagaan bencana merupakan satu kesatuan dalam perjalanan menuju masa depan yang lebih berkelanjutan.
“Dari lereng Gunung Arjuno, UT meyakini bahwa ketahanan masyarakat tidak dapat dibangun oleh satu pihak saja. Sinergi antara masyarakat, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan menjadi kunci dalam menghadapi risiko bencana sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan dan ekonomi,” ujar Dianwahyu.
Lebih lanjut, dia memaparkan prorgram di berbagai bidang yang telah dan tengah digarap.
Di bidang lingkungan, UT mendorong berbagai inisiatif untuk memperkuat mitigasi risiko bencana sekaligus menjaga kelestarian ekosistem. Upaya tersebut mencakup penguatan tempat pengolahan sampah reuse, reduce, recycle (TPS3R) di Sumbergondo dan Kedung Giripurno, Program Kampung Iklim (PROKLIM) di Dusun Wonorejo, serta program revegetasi hutan seluas 567 hektare melalui penanaman pohon produktif yang memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat.
UT turut memperkuat pengelolaan sampah berbasis masyarakat melalui penguatan fasilitas TPS3R di Desa Sumbergondo. Sampah rumah tangga yang dikumpulkan oleh warga diangkut ke TPS3R dipilah untuk menjadi sampah organik dan anorganik.
Selain memberikan manfaat bagi lingkungan, keberadaan rumah kompos juga menciptakan peluang kerja bagi masyarakat sekitar, meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PAD) melalui pengembangan produk turunan, serta menjadi sarana edukasi dan percontohan pengelolaan sampah terpadu bagi wilayah lain. Dengan dukungan fasilitas yang memadai dan partisipasi aktif masyarakat, inisiatif ini menjadi bagian penting dalam memperkuat ketahanan lingkungan sekaligus mendukung pembangunan desa yang berkelanjutan.
Di bidang kesehatan, UT memperkuat layanan kesehatan dasar masyarakat dengan pembinaan Posyandu Tawangargo serta pengembangan Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) di Desa Sumbergondo. Selain itu, sebagai bagian dari penguatan ketahanan keluarga lintas generasi, UT berkolaborasi dengan BKKBN Kota Batu dan Pemerintah Desa Giripurno dalam penyelenggaraan Program Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH) dan Sekolah Lansia Tangguh (SELANTANG).
Di bidang kewirausahaan, UT menghadirkan berbagai inisiatif untuk memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat melalui pendampingan UMKM dan pengembangan potensi ekonomi lokal. Salah satu capaian signifikan terlihat pada UMKM kopi khas lereng Gunung Arjuno yang mengalami peningkatan pendapatan hingga 50 persen setelah memperoleh pendampingan dari UT.
Selain itu, UT juga mendukung pengembangan peternakan domba yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Sumbergondo. Saat ini, kegiatan difokuskan pada tahap budidaya dan peningkatan populasi sebagai bagian dari upaya membangun fondasi usaha yang berkelanjutan dan memberikan manfaat ekonomi jangka panjang bagi masyarakat desa.
Di sektor pertanian, UT turut mendampingi petani dalam pengembangan komoditas alpukat hass yang telah memasuki tahap awal panen, khususnya pada area revegetasi di Desa Sumbergondo dan Desa Tulungrejo. Hasil panen saat ini dipasarkan melalui tengkulak, seiring dengan upaya UT dalam memperkuat rantai nilai melalui penjajakan kerja sama dengan koperasi di Kota Batu guna memperluas akses pasar.
Selain itu, pengembangan produk olahan bernilai tambah, seperti keripik alpukat dengan metode vacuum frying, juga tengah didorong untuk meningkatkan nilai ekonomi komoditas lokal sekaligus mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Di bidang pendidikan dan kesiapsiagaan bencana, UT melakukan peningkatan kapasitas masyarakat melalui audiensi perencanaan program CSR bersama warga dan pemangku kepentingan desa. Hasil audiensi tersebut menyepakati fokus pada pengembangan pertanian hortikultura berkelanjutan, termasuk rencana pembangunan greenhouse pembibitan tanaman hortikultura seluas ±3.000 meter persegi dengan sistem irigasi otomatis.








Tinggalkan Balasan