, ,

4 Proyek Strategis PHR dapat Penghargaan SKK Migas

Posted by

Jakarta, Petrominer – Empat program dan inovasi strategis yang dijalankan Pertamina Hulu Rokan (PHR) Regional 1 mendapat apresiasi dari SKK Migas. Penghargaan tersebut disampaikan pada momen Rapat Kerja Manajemen Proyek (RKMP) 2026 yang diselenggarakan SKK MIgas di Sentul, Bogor, 6 Februari 2026 lalu.

Menurut Direktur Utama PHR, Muhamad Arifin, dengan pencapaian ini menegaskan posisi PHR  sebagai salah satu tulang punggung produksi migas nasional yang tidak hanya fokus pada peningkatan produksi, tetapi juga pada efisiensi, keberlanjutan, dan tata kelola yang bertanggung jawab. PHR pun akan terus memperkuat eksekusi proyek berbasis inovasi dan tata kelola yang baik guna mendukung target produksi nasional serta keberlanjutan operasi jangka panjang di Wilayah Kerja Rokan dan area sekitarnya.

“Penghargaan ini merupakan refleksi komitmen kami dalam menjaga ketahanan energi nasional. Dari peningkatan recovery factor melalui CEOR, percepatan pemboran untuk menjaga level produksi, hingga efisiensi ASR dan percepatan onstream lapangan baru, semuanya terintegrasi dalam satu tujuan, yakni memastikan energi tetap tersedia untuk Indonesia,” ujar Arifin.

Keempat program dan inovasi PHR yang mendapat penghargaan tersebut adalah:

Proyek Chemical Enhanced Oil Recovery (CEOR) Minas A, meraih penghargaan kategori Onstream Ahead of POD (On Time Performance terhadap POD). Ini merupakan penghargaan pertama bagi proyek yang dikerjakan PHR sejak alih kelola Wilayah Kerja Rokan.

CEOR yang dijalankan PHR menjadi injeksi Alkali-Surfaktan-Polymer (ASP) komersial pertama di Indonesia. Melalui proyek ini, tingkat Recovery Factor (RF) diproyeksikan meningkat sebesar 13–17 persen dan berpotensi memperpanjang umur operasi lapangan-lapangan utama seperti Minas, Bekasap, Balam, dan Bangko. Ke depan, pengembangan CEOR akan diperluas untuk mendukung optimalisasi produksi di Zona Rokan secara menyeluruh.

Program Well Connection PHR, meraih penghargaan kategori Best of Project Planning & Coordinating Performance. Sepanjang tahun 2025, PHR berhasil melampaui target 555 sumur menjadi realisasi 605 sumur (termasuk sidetrack dan deepening).

Keberhasilan ini didorong penjadwalan dinamis, koordinasi lintas fungsi intensif, optimalisasi desain dan material, serta persiapan konstruksi lebih awal sehingga memangkas cycle time POP dari lebih dari 30 hari menjadi 2–3 hari.
Proyek ASR (Abandonment and Site Restoration), atau yang biasa disebut Kegiatan Pasca Operasi (KPO), Paket 1 dan 2 meraih penghargaan The Most Cost-Efficient ASR. Kegiatan ASR menjadi mandat penting pemerintah kepada PHR untuk menuntaskan kewajiban dari operator sebelumnya.

Dengan pendekatan dedicated project team, digitalisasi data (penggunaan SQL/Well View/Sharepoint sebagai data digging tool), dashboard monitoring berbasis Power BI, serta strategi eksekusi campaign untuk efisiensi biaya, PHR mampu memastikan kegiatan pasca operasi berjalan efektif, sesuai regulasi, dan hemat biaya.

Proyek Put on Production and Exploration (PoPE) Padang Pancuran (PPC-001) di Wilayah Kerja Jambi Merang yang dikelola entitas dalam Subholding Upstream, meraih penghargaan kategori Onstream R2P Optimized. Proyek ini berhasil mencapai onstream pada 23 Desember 2025 dengan target awal produksi 67 BOPD dan proyeksi puncak 379 BOPD pada 2026.

Percepatan dicapai melalui strategi early procurement, pemanfaatan fasilitas eksisting, pembentukan tim percepatan perizinan, serta koordinasi intensif dengan mitra kerja di tengah tantangan cuaca ekstrem, IPPKH, dan long lead item.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *