, ,

Tahun 2026, PHKT Bor 4 Sumur Pengembangan

Posted by

Samarinda, Petrominer  PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT) berkomitmen untuk terus berinvestasi dalam kegiatan eksploitasi minyak dan gas bumi (migas) dengan melakukan pengeboran sumur-sumur pengembangan. Hal ini bertujuan untuk menambah cadangan, meningkatkan recovery, mempertahankan tingkat produksi, serta menahan laju penurunan produksi lapangan-lapangan migas yang sudah mature di wilayah Kalimantan.

Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) migas ini berencana melakukan pengeboran empat (4) sumur pengembangan (development well) sepanjang tahun 2026 mendatang. Upaya menjaga keberlanjutan produksi migas ini akan direalisasikan selama periode Januari hingga Mei 2026.

Demikian terungkap dalam sosialisasi rencana pengeboran sumur pengembangan yang digelar PHKT di Samarinda akhir Nopember 2025 lalu. Kegiatan sosialisasi ini menjadi langkah strategis dalam membangun pemahaman bersama dari para pemangku kepentingan terkait rencana operasi hulu migas.

Kegiatan tersebut melibatkan berbagai pemangku kepentingan yang berasal dari instansi pemerintah pusat dan daerah, seperti SKK Migas, Dinas Kementerian ESDM, serta pihak terkait lainnya di Kalimantan Timur.

Kekuatan Kolaborasi

Dalam kesempatan itu, Head of Communication, Relations & CID PHKT, Elis Fauziyah, menyampaikan harapannya atas dukungan dari seluruh pemangku kepentingan terhadap rencana kerja tahun 2026. PHKT berkomitmen untuk terus berinvestasi dalam kegiatan eksploitasi dengan melakukan pengeboran sumur-sumur pengembangan guna menambah cadangan, meningkatkan recovery, mempertahankan tingkat produksi, dan menahan laju penurunan produksi lapangan-lapangan migas yang sudah mature di wilayah Kalimantan.

“Melalui sosialisasi ini, kami berharap dukungan seluruh pemangku kepentingan terhadap proyek investasi hulu migas berupa pengeboran empat sumur pengembangan di 2026 yang menjadi komitmen PHKT untuk terus menjaga keberlanjutan produksi migas guna mendukung penyediaan dan ketahanan energi nasional sesuai Asta Cita pemerintah terkait swasembada energi,” ungkap Elis.

Keberhasilan operasi migas tidak hanya ditentukan oleh teknologi dan perencanaan, tetapi juga oleh kekuatan kolaborasi. Dukungan pemerintah, regulator, dan masyarakat adalah energi yang memastikan tahapan operasi berjalan aman, patuh, dan berdampak positif bagi seluruh pemangku kepentingan.

Perwakilan SKK Migas, Febriana Melisa, menyampaikan bahwa rencana pengeboran ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memperkuat ketahanan energi nasional.

“Pengembangan empat sumur ini menjadi bagian penting dalam mendukung target lifting migas nasional. Kami terbuka terhadap masukan dari seluruh pemangku kepentingan agar manfaat kegiatan ini dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat dan daerah,” ujar Febriana.

Sementara Perwakilan Dinas Kementerian ESDM Provinsi Kalimantan Timur, Puji Harjanto, menegaskan bahwa koordinasi menjadi kunci kelancaran program migas di lapangan.

Hal senada juga diungkapkan oleh Kepala Bidang Pengelolaan Ruang Laut Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kaltim, M. Ali Aripe, yang menekankan pentingnya keterbukaan data, koordinasi teknis, dan kepatuhan terhadap zonasi ruang laut.

Aspek Keselamatan

Dalam kesempatan yang sama, Sr. Engineer Drilling PHKT, Haryo Palgunadi, menyampaikan bahwa dalam menjalankan program kerja pengeboran, PHKT senantiasa mengedepankan aspek keselamatan. Hal ini sejalan dengan implementasi praktik terbaik operasi hulu migas yang efektif, efisien, dan ramah lingkungan.

Untuk itu, menurut Haryo, semua persiapan dilakukan secara terukur dengan mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari teknis, keselamatan kerja, hingga manajemen risiko sesuai dengan tantangan dan karakteristik lapangan.

Melalui koordinasi dan kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan, PHKT berharap pelaksanaan rencana pengeboran di tahun 2026 dapat berjalan lancar dan berhasil sehingga memberikan kontribusi positif.

“Investasi hulu migas, seperti pengeboran sumur pengembangan ini diharapkan dapat memberikan manfaat berganda bagi pemerintah dan masyarakat di wilayah operasi, mendorong aktivitas ekonomi, menyediakan lapangan kerja, sekaligus mendorong pembangunan ekonomi daerah secara inklusif dan berkesinambungan, khususnya di Kalimantan Timur,” ungkapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *