Lhokseumawe, Petrominer — Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA), bersama PT Medco E&P Malaka (Medco E&P) kembali menyalurkan bantuan logistik bagi warga terdampak banjir di Provinsi Aceh. Sehari sebelumnya, Medco E&P juga telah menyalurkan bantuan serupa.
Hari ini, Selasa (2/12), diberikan tambahan 5 ton bantuan kebutuhan pokok. Ini merupakan bagian dari total sekitar 40 ton bantuan yang dipersiapkan untuk disalurkan secara bertahap.
Dalam kesempatan itu, Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, menyampaikan keprihatinannya atas dampak banjir yang meluas di sejumlah wilayah.
“Pemerintah bergerak cepat untuk membantu masyarakat yang terdampak. Semoga bantuan ini dapat meringankan kebutuhan mendesak warga,” ujar Bahlil usai menyaksikan penyerahan bantuan logistik untuk warga terdampak banjir Aceh, yang diselenggarakan di Bandara Malikussaleh, Lhokseumawe.
Hal senada juga disampaikan Kepala BPMA, Nasri Jalal. Dia turut menyampaikan pentingnya memastikan bantuan tersalurkan dengan baik.
“BPMA mengoordinasikan dan memantau proses penyaluran bantuan agar tepat sasaran dan menjangkau warga yang paling membutuhkan. Kami berharap dukungan ini dapat meringankan beban masyarakat hingga keadaan kembali pulih,” ujar Nasri.

Tanggap Darurat
Dalam kesempatan terpisah, Direktur Utama Medco E&P, Ronald Gunawan, menegaskan komitmen perusahaan dalam mendukung upaya tanggap darurat pemerintah.
“MedcoEnergi selalu berupaya hadir untuk masyarakat di sekitar wilayah operasi kami, terutama dalam situasi darurat seperti banjir ini. Kami bekerja bersama KESDM dan BPMA agar bantuan dapat tersalurkan cepat dan tepat sasaran,” kata Ronald.
Sejak Senin (1/12), Medco E&P telah menyalurkan bantuan secara bertahap. Bantuan logistik tersebut termasuk beras, air mineral, minyak goreng, mie instan, susu UHT, sarung, sejadah, mukena dan selimut dan kebutuhan pokok lainnya.
Bantuan ini diserahkan untuk membantu memenuhi kebutuhan mendesak warga sampai situasi berangsur stabil dan akses logistik kembali pulih. Banjir yang terjadi dalam beberapa hari terakhir dipicu oleh curah hujan dengan intensitas tinggi yang menyebabkan meluapnya sungai, terputusnya sejumlah akses jalan, dan terganggunya aktivitas masyarakat di beberapa wilayah Aceh.








Tinggalkan Balasan