, ,

Pemerintah Tawarkan 75 Blok Migas untuk Digarap

Posted by

Jakarta, Petrominer – Pemerintah, melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM),  telah menyiapkan 75 blok minyak dan gas bumi (migas) untuk digarap. Lokasinya tersebar di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Papua, dan wilayah lepas pantai.

Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung, mengatakan seluruh blok migas tersebut telah siap dikembangkan melalui mekanisme penugasan maupun lelang reguler. Saat ini, terdapat 9 blok yang telah ditunjuk untuk dapat dikembangkan oleh badan usaha. Sementara sejumlah blok lainnya akan ditawarkan menyusul.

“Pemerintah terus mengupayakan pemenuhan permintaan energi, sekaligus menciptakan sistem energi yang mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat, termasuk bagi generasi mendatang. Untuk memperkuat ketahanan energi, Pemerintah menargetkan peningkatan produksi sebesar 1 juta barel minyak per hari (bph) dan 12 miliar kaki kubik gas per hari (BSCFD),” ungkap Yuliot pada Grand Launching of Indonesia Oil and Gas Exploration, Selasa (25/11).

Untuk menopang pencapaian target tersebut, Pemerintah menyoroti besarnya potensi migas nasional yang mencapai 128 cekungan migas yang telah teridentifikasi di seluruh Indonesia. Dari jumlah itu, hanya 20 yang telah dikembangkan, 108 sisanya merupakan area yang kaya data dan peluang.

“Pada tahun 2025 dan 2026, Pemerintah mengalokasikan anggaran yang signifikan dan memberdayakan Badan Geologi untuk melakukan survei 2D dan 3D tingkat lanjut, yang membuka jalan bagi eksplorasi untuk membuka potensi sumber daya ini,” ujar Yuliot.

Potensi besar ini diharapkan menarik investor migas untuk dapat melakukan investasi di Indonesia. Untuk mendukung iklim investasi yang baik, Pemerintah telah menerbitkan Peraturan Pemerintah No. 28 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko dan Peraturan Menteri ESDM No. 14 Tahun 2025 tentang Kerja Sama Pengelolaan Sebagian Wilayah Kerja untuk Peningkatan Produksi Minyak dan Gas Bumi, yang membuka jalan bagi kerja sama yang transparan dan efisien.

Pemerintah juga menjalankan strategi untuk meningkatkan produksi minyak bumi yang berfokus pada identifikasi dan evaluasi cadangan yang belum ditemukan. Selain itu, juga diterapkan teknik Enhanced Oil Recovery (EOR) dan waterflood di lapangan-lapangan yang menjanjikan, serta optimalisasi pemanfaatan sumur-sumur yang tidak terpakai. Langkah-langkah terarah ini dirancang untuk memaksimalkan produksi dari wilayah kerja yang ada.

“Selain meningkatkan produksi migas, Pemerintah juga tengah membangun infrastruktur, meliputi jaringan pipa transmisi dan distribusi migas dari wilayah kerja ke kawasan industri, peningkatan kapasitas kilang minyak dalam negeri, tangki penyimpanan minyak, serta peningkatan jumlah pengiriman kargo migas,” rincinya.

Pada Grand Launching of Indonesia Oil and Gas Exploration ini, ditandatangani Wilayah Kerja Perkasa yang memiliki potensi sumber daya sebesar 228 MMBO atau 1,3 TCF. Perjanjian ini mencakup bonus tanda tangan sebesar US$ 300 ribu dan total komitmen pasti US$ 2,25 juta.

“Ini mencerminkan komitmen kuat para investor untuk mendukung pengembangan dan peningkatan produksi migas di wilayah kerja Perkasa,” ujar Yuliot.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *