Sleman, Petrominer – Suasana hangat terasa sejak pagi di kampus UPN “Veteran” Yogyakarta, Kamis (13/11). Mahasiswa berjejal di aula utama, sebagian mengenakan jaket almamater, tanda antusiasme mereka terhadap dunia energi yang tengah berubah cepat.
Hari itu, kampus menjadi saksi pertemuan dua dunia, akademisi dan praktisi dalam Talkshow “PDSI Goes to Campus.” Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Drilling Innovation Forum (DIF) 2025 yang digagas PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) dengan tema “Empowering Drilling Innovation for Sustainable Growth – Energizing the Nation.”
Lebih dari sekadar forum diskusi, “PDSI Goes to Campus” menjadi ruang inspirasi bagi generasi muda energi. Forum ini menegaskan komitmen Pertamina Drilling untuk terus memperkuat budaya inovasi berkelanjutan, seraya membuka kolaborasi antara industri dan perguruan tinggi.
Menghadirkan sejumlah narasumber yang juga praktisi pengeboran di lapangan. Mereka membagikan kisah nyata bagaimana inovasi diterapkan di pengeboran, dan juga memberikan kiat sukses untuk menyoroti pentingnya kolaborasi lintas fungsi dan teknologi digital untuk meningkatkan keselamatan serta efisiensi kerja.
Di sesi pertama, tiga sosok dari dunia energi tampil bergantian membagikan kisah dan pengalaman. Komisaris Pertamina Drilling, Adhi Brahmantya, membuka dengan refleksi tentang pentingnya mindset inovatif di industri yang kerap dianggap konservatif.
“Inovasi bukan hanya soal teknologi, tapi juga tentang keberanian untuk berubah,” ujar Adhi yang disambut tepuk tangan peserta.
Dari sisi pengembangan manusia, Abimanyu Suryadi, VP Human Capital Pertamina Drilling, berbagi pandangan tentang bagaimana perusahaan terus mendorong culture of innovation di tubuh organisasi.
“Generasi muda seperti kalianlah yang nanti akan memimpin perubahan ini. Kami di Pertamina Drilling membuka ruang luas untuk ide-ide segar,” ungkap Abimanyu.
Sementara Principal Innovation Drilling dari Pertamina Hulu Energi, Syaiful Kurniawan, membawa perspektif teknis yang inspiratif. Dia menuturkan bagaimana riset dan teknologi pengeboran modern bisa mendukung transisi energi yang berkelanjutan.
“Inovasi drilling bukan sekadar efisiensi, tapi juga kontribusi untuk bumi yang lebih hijau,” jelas Syaiful.
Sesi diskusi berikutnya menampilkan Rika Yuniarti, Junior Drilling Engineer Pertamina Drilling, dan Dimas Romansah, Project Leader Emerald Driller Project Pertamina Dillling.
Dengan gaya lugas, mereka menceritakan pengalamannya sebagai pekerja pengeboran di lapangan. Dalam kesempatan itu, mereka juga berpesan kepada para mahasiswa untuk selalu dengan semangat dan kompetensi, semua bisa berkontribusi.









Tinggalkan Balasan