, , ,

Didukung ExxonMobil, Warga Desa Rengel Kian Semangat Olah Sampah

Posted by

Tuban, Petrominer – Kini, Masyarakat Desa Rengel melihat tumpukan sampah tidak lagi sebagai masalah lingkungan. Sampah sudah menjadi salah satu komoditas yang bernilai ekonomi.

Ini berkat ketekunan dan keberhasilan mereka dalam mengolah sampah. Selain menjaga kebersihan lingkungan, upaya ini mampu meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat. Hebatnya,  keberhasilan ini menjadi contoh bagi desa lain di Kecamatan Rengel, Tuban, Jawa Timur.

Melalui program Pengelolaan Sampah Berbasis Komunitas yang digagas oleh ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) bersama SKK Migas, warga Desa Rengel berhasil mengubah sampah menjadi sumber daya bernilai ekonomi. Program ini juga sekaligus meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat.

“Kami bangga melihat bagaimana masyarakat Desa Rengel bertransformasi menjadi lebih mandiri. Program ini bukan hanya soal kebersihan, tapi juga tentang perubahan perilaku dan semangat gotong royong untuk masa depan yang lebih baik,” ujar Community Relations EMCL, Joni Wicaksono, saat mendampingi kunjungan beberapa wartawan ke lokasi Tempat Pengelolaan Sampah (TPS) di Dusun Purboyo, Desa Rengel, Rabu (5/11).

Joni menjelaskan EMCL turut andil dalam program pengelolaan sampah tersebut, mulai penilaian potensi, pelatihan, pembangunan TPS di Desa Rengel tahun 2023, hingga penyediaan alat bantu seperti tempat sampah dan alat pemilah. Selain itu, Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) migas ini juga turut menyumbangkan inovasi berupa alat konversi plastik menjadi bahan bakar cair (Lathi Geni).

“Program ini terbukti berhasil mengubah pola pikir masyarakat terhadap sampah. Dari beban menjadi sumber daya produktif dan bernilai ekonomis,” ungkapnya.

Hal senada disampaikan Kepala Desa Rengel, Mundir. Dia menyebutkan bahwa keberhasilan ini sebagai hasil dari kolaborasi antara Pemerintah Desa, EMCL, dan masyarakat merupakan kunci keberhasilan program ini.

“Program ini telah membawa manfaat nyata bagi warga kami. Lingkungan menjadi bersih, ada tambahan pendapatan bagi masyarakat, dan lahir kesadaran baru bahwa sampah bisa menjadi sumber penghidupan,” ujar Mundir.

Dia menjelaskan bahwa sejalan dengan pembangunan tempat pengelolaan sampah yang didukung EMCL, dibentuklah bank sampah di delapan RW untuk mengelola sampah yang dipilah oleh warga. Masyarakat juga  dilatih untuk memilah sampah, mendaur ulang, dan menciptakan kerajinan dari limbah plastik (ecobrick), serta membuat produk bernilai ekonomi lainnya.

Kepala Desa Rengel, Mundir, didampingi Community Relations EMCL, Joni Wicaksono, saat diwawancarai wartawan di lokasi Tempat Pengelolaan Sampah (TPS) di Dusun Purboyo, Desa Rengel, Tuban, abu (5/11).

Hingga saat ini, ungkap Mundir, penerima manfaat di 8 RW dan menjadi anggota Bank sampah dengan jumlah rata-rata 70 keluarga dalam satu RW. Dari program pengelolaan sampah ini, pemasukan tabungan sampah rata rata Rp 4 juta per bulan.

Program ini membuka lapangan kerja baru bagi pengelola TPS, pemilah sampah, dan pengumpul sampah. Bahkan, pendapatan desa dari pengelolaan sampah pada tahun 2024 mencapai lebih dari Rp 143 juta, yang setelah dikurangi biaya operasional dan honorarium, menyisakan sekitar Rp 49,9 juta untuk Pendapatan Asli Desa (PAD).

“Program ini membuat desa menjadi bersih dan menjadi inspirasi bagi desa lain. Keberhasilan desa ini menjadi contoh bagi desa lain di sekitar, seperti Desa Kolotok, untuk mengadopsi model pengelolaan sampah serupa,” ungkapnya.

Berkelanjutan

Di hubungi terpisah, Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas, Heru Setyadi, mengatakan inisiatif pengolahan sampah seperti itu sejalan dengan visi pemerintah dalam mewujudkan kemandirian energi dan ekonomi berkelanjutan di tingkat akar rumput.

Menurut Heru, program pengelolaan sampah EMCL ini menjadi model pemberdayaan lingkungan yang diakui di wilayah Bojonegoro dan Tuban. Ke depan, EMCL bersama SKK Migas berkomitmen untuk memperluas jangkauan program ini agar semakin banyak masyarakat yang merasakan dampak positifnya.

“Program pengelolaan sampah oleh EMCL di Desa Rengel mencerminkan semangat Asta Cita Pemerintah untuk memperkuat ekonomi hijau dan pembangunan berkelanjutan. SKK Migas terus mendorong seluruh KKKS agar berkontribusi nyata dalam pemberdayaan masyarakat dan menjaga keseimbangan antara kegiatan industri migas dan pelestarian lingkungan,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *