Jakarta, Petrominer – Pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) di Indonesia kian beragam sumbernya. Sebuah pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB) berskala besar pertama akan segera beroperasi. Ini yang membuat Indonesia tidak lama lagi bisa sejajar dengan negara-negara maju seperti Amerika Serikat dan Jepang.
Adalah PLTB Sidrap dengan kapasitas 75 Mega Watt (MW). Pembangkit ini berlokasi di Pabbaresseng, Desa Mattirotasi, Watang Pulu, Sidrap, Sulawesi Selatan.
PLTB Sidrap dibangun oleh PT UPC Sidrap Bayu Energi dan diperkirakan selesai pada akhir tahun 2017 ini. Ini akan menjadi pembangkit listrik tenaga bayu terbesar di dunia yang letaknya dalam satu unit lokasi. Nantinya, pembangkit ini akan memiliki 30 turbin setiap towernya setinggi 80 meter, dengan jumlah baling-baling sebanyak masing-masing 3 bilah.
Kepastian tersebut disampaikan oleh Direktur UPC Sidrap Bayu Energi, Erwin Yahya, beberapa waktu lalu. Erwin menyatakan, perkembangan proyek PLTB Sidrap sangat bagus, dan diharapkan akhir tahun ini sudah dapat Commercial Operation Date (COD).
Menurutnya, saat ini konstruksi PLTB Sidrap sudah mencapai sekitar 80 persen dan sedang fokus memasang turbin. “Pertengahan Desember kami harapkan sudah terpasang semua, kami harapkan berjalan dengan lancar,” jelasnya.

PLTB Sidrap diharapkan dapat menambah pasokan listrik di wilayah Sulawesi Selatan Tenggara dan Barat (Sulselrabar) secara signifikan. Saat ini, kondisi kelistrikan wilayah Sulselrabar mencapai 1.250 MW dan beban puncak mencapai 1.050 MW.
UPC Sidrap Bayu Energi merupakan konsorsium yang terdiri dari UPC Renewables Asia I, UPC Renewables Asia III, Sunedison dan Binatek Energi Terbarukan. Untuk pembangunan PLTB Sidrap, konsorsium tersebut telah menyiapkan anggaran sebesar US$ 150 juta.
Menurut Erwin, jeberhasilan di Sidrap ini memicu UPC untuk mengembangkan pembangkit bertenaga angin lainnya. Dia memberi contoh kerjasama UPC dengan PT PTPN IX (Persero) untuk mengembangkan PLTB di Sukabumi, Jawa Barat, dengan kapasitas 170 MW.
Selain itu, UPC juga akan mengembangkan PLTB di seluruh wilayah Indonesia. “Nantinya ada di Ambon dan beberapa pulau-pulau kecil,” katanya.








Tinggalkan Balasan