, ,

Label Halal, Perkuat Daya Saing Produk Nasional

Posted by

Jakarta, Petrominer –  Industri perkembangan tematik halal bukan lagi hanya sekadar kepatuhan terhadap aturan. Industri ini telah berkembang menjadi bagian dari lifestyle modern yang merepresentasikan kualitas, keamanan, dan produk berkelanjutan.

Sekretaris Jenderal Kemenperin, Eko S.A Cahyanto, mengatakan prinsip halal tersebut hadir tidak hanya pada produk konsumsi. Namun juga dalam rantai pasok, layanan, dan pola hidup sehari-hari.

“Ekosistem inilah yang memberikan nilai tambah bagi industri sekaligus memperkuat daya saing produk nasional di pasar global,” ujar Eko pada Press Conference Partisipasi Kemenperin pada Halal Indonesia International Industry Expo 2025 (Halal Indo 2025), Senin (22/9).

Tahun ini, Kemenperin hadir di Halal Indo dengan mengusung tema “Experience the Diversity of Indonesia’s Halal Industry: Shaping the Future of Global Halal Industry.” Event ini akan diselenggarakan di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD Tangerang, Banten, pada 25-28 September 2025. 

Paviliun Kemenperin menempati area seluas 1.224 m². Menghadirkan 128 pelaku industri dan asosiasi dari berbagai sektor mulai dari makanan dan minuman, farmasi, kosmetik, tekstil, aneka, hingga Kawasan Industri Halal, serta infrastruktur ekosistem industri halal di lingkungan Kemenperin.

Selain itu, terbuka pula kesempatan untuk mengenal industri halal lebih dalam melalui berbagai aktivitas menarik dan interaktif. Mulai dari workshop melukis tableware halal, mencanting batik halal, meracik parfum non-alkohol, make up class menggunakan kosmetik halal, menghias bento cake, hingga meracik jamu dan teh rempah.

Industrial Festival

Selain menghadirkan produk-produk halal unggulan, Kemenperin juga akan menghadirkan Industrial Festival 2025 sebagai wadah kolaborasi lintas sektor dalam menampilkan inovasi, kreativitas, dan capaian industri nasional. Tahun ini merupakan penyelenggaraan Industrial Festival kedua, yang mempertegas konsistensi Kementerian Perindustrian dalam menghadirkan ruang interaksi antara dunia industri dan masyarakat luas khususnya generasi muda.

“Kehadiran Industrial Festival melengkapi upaya pemerintah dalam memperkuat hilirisasi, memperluas pasar, serta memperkenalkan transformasi industri Indonesia ke tingkat global,” ujar Eko.

Rangkaian kegiatannya antara lain Business Matching, Layanan Publik, Klinik Halal, Klinik Program Peningkatan Penggunaan Produksi Dalam Negeri (P3DN), Klinik HAKI, Klinik SIINas, Klinik Kemasan, Klinik SNI, Forum Konsultasi Publik, Inspiring Lecturer oleh Menteri Perindustrian, Kuliah Umum bersama Wakil Menteri Perindustrian, Factory Visit, dan Talkshow menarik tentang gaya hidup halal serta membangun ekosistem halal nasional berorientasi pasar global.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *