,

Hadirkan Air Bersih Melalui Pemboran Air Tanah

Posted by

Minahasa Utara, Petrominer – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan meresmikan lima sumur bor air tanah bagi empat Kabupaten/Kota di Provinsi Sulawesi Utara, Sabtu (21/10). Ini merupakan salah satu pelayanan kegeologian kepada masyarakat dalam bentuk pemboran air tanah dalam secara nasional di daerah yang mengalami kesulitan mendapatkan air.

Sumur bor tersebut merupakan hasil kegiatan tahun 2016 dan menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Peresmian kelima sumur bor air tanah tersebut dipusatkan di Desa Warisa Kampung Baru, Kecamatan Talawaan, Kabupaten Minahasa Utara.

Sebanyak 2 buah sumur bor di Desa Warisa, Minahasa Utara telah dibangun dan siap dimanfaatkan oleh warga sekitar. Sumur bor tersebut telah dilengkapi dengan pompa selam beserta bangunannya. Selain itu juga disediakan mesin generator dengan kapasitas 10 kVA beserta rumah genset untuk menghidupkan pompa air. Warga juga mendapatkan bak penampung air dengan kapasitas 5.000 liter yang langsung dilengkapi dengan kran airnya.

Menurut Jonan, air bersih yang berasal sumur bor air tanah Desa Warisa ini dapat menghasilkan 60.000 liter air bersih dalam sehari. “Per 1 detik hasilnya 2 liter jadi kalau 1 menit hasilnya 120 liter, dan satu jam dapat menghasilkan 7200 liter. satu hari bisa beroperasi 8 jam. Maka hasilnya hampir 60.000 liter sehari,” jelasnya.

Dalam berbagai kesempatan, dia selalu menekankan pentingnya penggunaan APBN yang manfaatnya harus dirasakan langsung oleh masyarakat, salah satunya adalah sumur bor air tanah. Badan Geologi Kementerian ESDM telah melaksanakan pelayanan kegeologian kepada masyarakat berupa pemboran air tanah dalam secara nasional di daerah yang mengalami kesulitan untuk mendapatkan air.

Sejak tahun 2005 hingga 2017, Badan Geologi telah melaksanakan pembangunan sumur bor air tanah di seluruh wilayah Indonesia. Total sebanyak 1.795 sumur bor telah dibor dan potensi cakupan layanan kumulatif hingga mencapai sekitar 5,2 juta jiwa.

Khusus Provinsi Sulawesi Utara, sejak tahun 2007 hingga 2017, Badan Geologi telah melaksanakan pembangunan 28 buah sumur bor air tanah, termasuk 5 unit di tahun 2016 dan 4 unit di tahun 2017. Kegiatan tersebut dilakukan pada daerah yang mengalami kesulitan untuk mendapatkan air, dengan potensi cakupan layanan kumulatif hingga mencapai sekitar 81 ribu jiwa.

Pembangunan sumur bor air tanah merupakan salah satu bentuk pelayanan publik yang dilakukan oleh Kementerian ESDM melalui Badan Geologi guna membantu masyarakat memperoleh air bersih bagi daerah yang memang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.

“Kalau ada didaerah yang sulit sekali (air bersih), ya kita pasang (sumur bor). Terutama yang daerah pinggiran, perbatasan dan sebagainya, kita bangun,” ujar Jonan.

Lima sumur bor yang diresmikan tersebut adalah:

  • 2 sumur bor di kabupaten Minahasa Utara, yaitu di Desa Warisa Kampung Baru, Kecamatan Talawaan dan Desa Maen, Kecamatan Likupang.
  • 1 sumur bor di kabupaten Minahasa berlokasi di Desa Teling, Kecamatan Tombariri.
  • 1 sumur bor di kabupaten Minahasa Selatan yaitu di desa Pinapalangkaw, Kec. Suluun Tareran.
  • 1 sumur bor di kota Bitung Kelurahan Lirang, Kec. Lembeh Utara.

Mengingat sumur bor air tanah menggunakan solar sebagai bahan bakar penggerak diesel, Jonan menghimbau agar kedepannya mesin diesel dapat menggunakan listrik sebagai penggerak pompa. “Mungkin lebih murah (menggunakan listrik), saya kira paling kurang lebih murah separuh,” imbuhnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *