Jakarta, Petrominer — Konservasi dan efisiensi energi dalam dunia industri bukanlah hal baru karena sudah masuk dalam sebuah peraturan pemerintah. Karena itulah, semua perusahaan diharapkan bisa menerapkannya untuk meningkatkan ketahanan energi dan pengurangan emisi gas rumah kaca melalui penerapan teknologi yang efisien dan ramah lingkungan.
Komitmen seperti itulah yang coba diterapkan oleh PT Phapros Tbk sebagai salah satu perusahaan farmasi nasional. Dalam rangka mendukung upaya pemerintah menekan emisi gas buang, anak perusahaan BUMN PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) ini terus menerapkan program konservasi dan efisiensi energi agar lingkungan menjadi lebih baik.
Salah satunya dengan pemasangan Green Chiller pada fasilitas gedung produksi di pabrik Semarang, Jawa Tengah. Green Chiller merupakan sistem pendingin berbasis hidrokarbon yang ramah lingkungan.
“Penggunaan hidrokarbon pada sistem pendingin tak hanya ramah lingkungan tapi juga bisa menurunkan pemakaian listrik, sehingga kami bisa menghemat energi sampai 20%,” jelas Direktur Utama Phapros, Barokah Sri Utami, usai menandatangani kerjasama dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk implementasi proyek Green Chiller pada fasilitas gedung produksi Phapros, Kamis (24/11).
Selain Kementerian ESDM, ujar Sri Utami, Phapros juga menggandeng Deutsche Gesellschaft fuer Internationale Zusammenarbeit (GIZ) GmbH untuk penerapan Green Chiller ini. Nantinya, akan ada pelatihan dan audit energi di lingkungan pabrik Phapros untuk memastikan program ini bisa berjalan dengan baik, dan keselamatan tetap terjaga.
Tak hanya dengan pemasangan Green Chiller, Phapros juga melakukan berbagai upaya lain terkait penerapan konservasi dan efisiensi energi, seperti perbaikan volume ruang produksi yang disesuaikan terhadap pemakaian energi dengan cara penurunan tinggi plafon; melakukan Reduce, Reuse, Recycle untuk energi dan sumber daya alam, serta pemasangan peralatan penhemat energi.
Dari semua upaya konservasi dan efisiensi energi yang telah dilakukan Phapros, perusahaan ini berhasil menghemat biaya sebesar Rp 1,3 miliar/tahun dan menyabet 1st runner up dalam ASEAN Best Practice Awards untuk kategori Manajemen Energi pada Gedung dan Industri untuk Industri Kecil dan Menengah.









Tinggalkan Balasan