Jakarta, Petrominer – SKK Migas optimistis target produksi migas nasional tahun ini bisa dicapai sesuai target. Tentunya, pencapaian ini harus didukung oleh proyek-proyek hulu migas yang dijadwalkan selesai dan mulai berproduksi tahun ini juga.
Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas, Hudi D. Suryodipuro, mengataan SKK Migas bakal berinisiatif memberikan bantuan sebanyaknya kepada Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) untuk memastikan proyek bisa diselesaikam sesuai dengan target dan jadwal. Pasalnya, penyelesaian proyek migas tersebut sangat krusial bagi pencapaian target produksi.
“Kami akan jemput bola meminta KKKS komitmennya mengeksekusi proyek tersebut. Kami lakukan tidak hanya terima laporan, kami komunikasi langsung tidak hanya ke project manager dan engineer, ada proyek sponsor meeting kami panggil sampai ke kontraktornya. Jadi kita cari sumber masalahnya kita komunikasikan. Itu intensif kita lakukan,” jelas Hudi di sela diskusi edukasi hulu migas bersama awak media, Jum’at (25/7) sore.
Menurutnya, untuk mengejar target yang sudah ditetapkan perlu langkah-langkah yang tidak biasa (out of the box). Karena, jika tidak, maka target Work Program & Budget (WP&B) saja tidak akan tercapai.
“Karena kita menghadapi natural decline, karena itu kita harus bergerak,” tegas Hudi.
Tidak hanya jemput bola, SKK Migas juga bakal bersikap tegas kepada KKKS agar mereka bisa menyelesaikan komitmennya. Bahkan, SKK Migas akan kasih peringatan (warning) jika memang perlu diberikan.
“Kalau mereka tidak perform kita berikan surat peringatan, jadi catatan kinerja bagaimana mereka eksekusi proyek. Kita detailkan apa saja masalahnya, misalnya perizinan, kita lihat langsung kalau ada kendala, kita kolaborasi dengan berbagai lini. Kita juga menjaga agar KPI kita tercapai karena berhubungan langsung ke produksi migas nasional,” jelas Hudi.
Lebih lanjut, dia menyampaikan SKK Migas optimistis hingga akhir tahun produksi bisa mencapai target yang ditetapkan oleh Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN), yaitu minyak sebesar 605 ribu barel per hari (bph) serta gas 5.628 MMscfd. Proyeksi ini disampaikan berdasarkan realisasi produksi hingga semester I tahun 2025, yakni minyak 579,3 bph (95,8 persen) serta gas 6.820 MMscfd (121,1 persen).
“Kondisi saat ini masih terus berupaya optimis, untuk pertama kali target APBN bisa tercapai tapi tidak boleh terlena karena mudah terpeleset, kalau sampai terpeleset jadi tidak akan bisa tercapai target, ” ungkap Hudi.
Selain dari Proyek Strategis Nasional (PSN), ada 15 proyek migas yang ditargetkan selesai pada tahun ini. Hingga akhir Juni 2025, sudah ada empat proyek yang rampung. Sementara 11 proyek lainnya yang masih digarap.
Adapun total tambahan produksi migas tahun ini dari 15 proyek tersebut mencapai 20.864 bph minyak dan gas sebesar 237 MMscfd. Sementara total investasi untuk proyek-proyek tersebut sebesar US$ 832,7 juta.








Tinggalkan Balasan