, ,

Pertamina Produksi 150 ribu BOEPD dari Aset Luar Negeri

Posted by

Cirebon, Petrominer — Setelah sukses mengakuisisi beberapa lapangan di luar negeri, PT Pertamina Internasional EP (PIEP) berhasil mendongkrak produksi minyak dan gas bumi. Anak usaha PT Pertamina (Persero) ini mencapai level 150 ribu barel ekivalen minyak per hari (BOEPD) dari aset-aset produksinya di enam negara.

“Kinerja itu dicapai setelah adanya tambahan asset-aset produksi di tiga negara, yakni Tanzania, Gabon dan Nigeria,” ujar Presiden Direktur PIEP, Slamet Riadhy, Senin (10/4).

Slamet Riadhy menjelaskan, produksi migas Pertamina di luar negeri awalnya hanya bersumber dari Aljazair, Iraq, dan Malaysia. Pada tahun 2014, produksi telah mencapai sekitar 100 ribu BOEPD. Saat ini, produksi dari ketiga aset tersebut naik menjadi 131 ribu BOPD dan sekitar 200 MMSCFD gas.

“Untuk tahun 2016, pencapaian produksi PIEP dari ketiga negara itu mencapai 127 ribu BOEPD atau 121% di atas target produksi tahun 2016,” jelasnya.

Setelah Pertamina berhasil melakukan penambahan saham di Maurel and Prom sebesar 72,65% pada akhir Pebruari 2017 lalu, berarti ada tambahan aset-aset produksi di tiga negara yaitu Tanzania, Gabon, dan Nigeria. Dengan begitu, produksi minyak PIEP pun kian melonjak menjadi 150 ribu BOEPD.

Selain itu, papar Slamet Riadhy, PIEP juga berhasil mendongkrak cadangan dari semula 409 juta BOE menjadi 533 juta BOE. Cadangan minyak mencapai 402 juta barel, tumbuh signifikan dari 314 juta barel. Sedangkan cadangan gas sebesar 758 BCF, atau meningkat dari 546 BCF dua tahun lalu.

Efisiensi Cost

Peningkatan produksi dan cadangan tersebut dapat dicapai dengan tetap memperhatikan efisiensi cost per barel. Sebagai gambaran ketika pada tahun 2015 biaya operasi mencapai US$ 10,3 per barel, berjasil diturunkan menjadi hanya US$ 7,5 per barel tahun 2016. Total efisiensi ongkos produksi yang dilakukan oleh PIEP sepanjang tahun 2016 mencapai US$ 187 juta, dari target effisiensi ongkos produksi US$ 161 juta.

Apa yang dicapai PIEP dalam dua tahun terakhir ini merupakan catatan penting bagi Pertamina dalam upayanya membawa minyak dari luar negeri untuk ketahanan energi di Indonesia. Ini tentu saja berkat kerjasama yang erat dari seluruh komponen bangsa termasuk media, juga terutama dari Pemerintah.

Apalagi, Pertamina masih memiliki tugas besar untuk dapat memproduksi sebesar 650 ribu BOEPD tahun 2025. Jika mengandalkan aset yang ada di tiga negara, Pertamina diyakini bisa meningkatkan produksinya menjadi sekitar 250 ribu BOEPD pada tahun 2025.

“Dengan tambahan aset baru menjadi 12 negara saat ini dan juga potensi tambahan aset-aset baru nantinya, kami optimistis target 650 ribu BOPED dapat tercapai dengan rasio reserve to production selama 20 tahun,” tegas Slamet Riadhy.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *