,

PLN Teken PPA PLTGU Riau dan PLTU Sulut-3

Posted by

Jakarta, Petrominer — PT PLN (Persero) menandatangani dua kontrak jual beli listrik swasta (Power Purchase Agreement/PPA). Selanjutnya, pihak pengembang diberi waktu maksimal 12 bulan sejak PPA efektif untuk mendapatkan pendanaan proyek pembangunan kedua pembangkit tersebut.

Pengembang pertama adalah PT Medco Ratch Power Riau yang akan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Riau dengan kapasitas 275 megawatt (MW). Pengembang satunya adalah PT Minahasa Cahaya Lestari untuk pembangunan PLTU Sulut-3 kapasitas 2 x 50 MW.

“Setelah PPA ditandatangani, masing-masing perusahaan harus mendapatkan pendanaan proyek dalam jangka waktu maksmimum 12 bulan sejak tanggal efektif PPA,” ujar Direktur Utama PLN, Sofyan Basir, usai menandatangani kedua PPA tersebut, Jum’at (7/4).

Sofyan menegaskan, pengembangan kedua proyek ini dilakukan dengan skema tanpa adanya penjaminan Pemerintah Indonesia. Dengan begitu, pembiayaan kedua proyek ini mengandalkan ekuitas perusahaan dan pinjaman dari dalam maupun luar negeri.

PLTGU Riau dengan biaya investasi mencapai US$ 300 juta akan dibangun di Kelurahan Sail, Kecamatan Tenayan Raya, Pekanbaru, Riau. Pekerjaan konstruksi termasuk pembangunan fasilitas pipa gas sepanjang 43 kilometer dan jaringan transmisi diperkirakan memakan waktu 36 bulan. Pembangkit ini dijadwalkan mencapai Commercial Operation Date (COD) tahun 2021.

Menurut Sofyan, energi listrik yang dibangkitkan dari PLTGU Riau setiap tahunnya sebesar ±1.446 GWh. Selanjutnya, listrik akan disalurkan ke Sistem Ketenagalistrikan Sumatera Bagian Tengah dan Selatan melalui jaringan transmisi 150 kV (SUTT) ke GI 150 kV Tenayan dan GI 150 kV Teluk Lembu milik PLN.

Secara keekonomian, PLTGU Riau layak untuk dibangun mengingat perbandingan harga jual beli tenaga listriknya dengan BPP (Biaya Pokok Penyediaan) pembangkitan sistem ketenagalistrikan setempat tahun 2016 adalah sekitar 64%. Proyek ini nantinya dapat memberikan potensi penghematan untuk PLN sekitar Rp 700 milyar per tahun.

Sementara PLTU Sulut-3 akan dibangun di Kema, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara. Investasi pembangunan pembangkit ini mencapai US$ 215 juta untuk membangun konstruksi dan jaringan transmisi 7 kilometer selama 39 bulan.

Sofyan menyatakan, COD pembangkit dijadwalkan pertengahan tahun 2020. Listik dari PLTU ini akan disalurkan ke sistem kelistrikan Sulawesi Utara, Tengah dan Tenggara dengan jaringan 150 kV dan GI 150 kV Kema sebesar ±700 GWh per tahun.

“PLTU Sulut-3 layak untuk dibangun dengan membandingkan harga jual beli dengan BPP setempat. Proyek ini akan memberikan potensi penghematan bagi PLN sekitar Rp 422 miliar per tahun,” jelasnya.

Penandatanganan PPA IPP Sulut 3 kapasitas 2×50 MW, Jum’at (7/4)

PT Medco Ratch Power Riau merupakan perusahaan Special Purpose Company (SPC) yang dibentuk oleh Konsorsium PT Medco Power Indonesia (dengan kepemilikan saham 51%) dan Ratchaburi Electricity Generating Holding PCL (dengan kepemilikan saham 49%). Konsorsium ini telah dinyatakan sebagai pemenang proses pengadaan untuk proyek PLTGU Riau.

PT Minahasa Cahaya Lestari merupakan perusahaan Special Purpose Company (SPC) yang dibentuk oleh para sponsor yaitu PT Toba Bara Sejahtra Tbk. (dengan porsi saham 90%) melalui anak perusahaannya yaitu PT Toba Bara Energi dan Sinohydro Corporation Limited (dengan porsi saham 10%) yang dikhususkan untuk mengembangkan proyek PLTU Sulut-3.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *