Sumedang, Petrominer — Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Jatigede di Sumedang, Jawa Barat, telah mencapai 19,04 persen. Pembangkit berkapasitas 2×55 Megawatt (MW) ini dijadwalkan beroperasi tahun 2019 dan diharapkan bisa membuat sistem Jawa-Bali semakin andal.
Menurut Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Tengah PLN, Nasri Sebayang, progress pembangunan PLTA Jatigede sudah mencapai 19,04 persen. Beberapa konstruksi bangunan yang sedang dalam tahap pembangunan diantaranya Adit Tunnel No. 1 and 2, Power Station Silo 1 and 2, Tailrace Surge Shaft, Tailrace Tunnel, Surge Shaft section 2 dan Bifurcation at Silo 2.
“Targetnya, keseluruhan konstruksi bangunan dapat selesai pada tahun 2019 agar segera dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan keandalan sistem listrik di sub-sistem Bandung Selatan dan sub-sistem Mandirancan,” papar Nasri dalam kunjungan kerja ke Proyek Pembangunan PLTA Jatigede, Kamis (6/4).
Dia menjelaskan beberapa tujuan lainnya dari dibangunnya PLTA Jatigede. Di antaranya adalah untuk mengurangi beban SUTT 150 kV Sunyaragi-Rancaekek, meningkatkan green energy mix di sistem Jawa-Bali, menurunkan biaya pokok produksi keseluruhan karena penggunaan energi air, dan estimasi BEP adalah 5 s.d 6 tahun.
Ketika beroperasi nanti, PLTA ini akan memasok listrik ke Gardu Induk (GI) Sunyaragi (Cirebon), GI Rancaekek (Bandung) dan GI Bandara Internasional Jawa Barat (Kertajati).
“PLTA ini juga untuk mendukung program bauran energi untuk pemanfaatan energi baru terbarukan oleh Pemerintah,” kata Nasri.
Sejalan dengan proses pembangunan proyek pembangkit tersebut, PLN juga telah melaksanakan beberapa program sosial sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan terhadap masyarakat khususnya bagi warga terkena proyek (WTP). Menurut Nasri, PLN telah menyalurkan bantuan infrastruktur untuk program Resettlement di Kecamatan Jatigede bagi WTP yang mencapai Rp 16,7 milyar.
“Bantuan resettlement tersebut berupa fasilitas lahan dan pembangunan fasos/fasum seperti sarana dan prasarana ibadah, gedung olahraga, balai desa, puskesmas, sekolah, dan pembuatan saluran air,” jelasnya.
PLTA ini menanfaatkan air dari Waduk Jatigede di Sungai Cimanuk, Sumadang. Lokasinya masuk wilayah Kecamatan Jatigede (Desa Kadujaya, Desa Cijeungjing, dan Desa Karedok) dan Kecamatan Tomo (Desa Cipeles).
Dari dua kecamatan tersebut, PLN membebaskan lahan masyarakat seluas hampir 88,75 hektare dan lahan kehutanan seluas ± 52,78 hektare. Sehingga seluruh luas lahan yang diperlukan untuk pembangunan PLTA Jatigede adalah ± 141.53 hektare.









Tinggalkan Balasan