Surabaya, Petrominer — Komitmen pemerintah dalam menyediakan energi bersih semakin bulat. Salah satu buktinya adalah groundbreaking proyek pembangunan 24.000 sambungan gas rumah tangga untuk 14 kelurahan di Kota Surabaya, Jawa Timur.
“Pembangunan jargas ini bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2016,” ujar Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said, yang didampingi Walikota Surabaya Tri Rismaharini, saat melakukan groundbreaking jargas rumah tangga di Surabaya, Senin (2/5).
Dalam kesempatan itu, Menteri ESDM juga meresmikan pengoperasian 2.900 jargas di Kelurahan Kali Rungkut dan Rungkut Kidul. Pengoperasiannya diserahkelolakan ke PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk atau PGN. Jargas yang dibangun sejak tahun 2009 ini juga didanai melalui APBN.
Pada pada 29 Februari 2016, dalam Penandatanganan Kontrak Kegiatan Strategis Tahap III Tahun Anggaran 2016 Kementerian ESDM, pemerintah mendeklarasikan penugasan kepada PGN untuk mengerjakan proyek senilai Rp 285,21 miliar tersebut. Sambungan pipanya sepanjang 167.506 meter.
Pemerintah juga memandati PGN untuk mengelola-operasikan total 43.000 sambungan Jargas rumah tangga yang dibangun di 10 kota lainnya, yakni di Bogor, (rumah susun) di Jabodetabek, Cirebon, Palembang, Depok, Tarakan, Bekasi, Blora, Semarang, dan Sorong.
Pemanfaatan gas bumi untuk rumah tangga merupakan pemanfaatan energi alternatif yang sangat potensial karena penggunaannya lebih efektif dan efisien. Sesuai dengan target bauran energi nasional pada 2025, pemerintah akan menurunkan penggunaan minyak bumi dan meningkatkan penggunaan gas bumi.









Tinggalkan Balasan