, ,

Kelola HSE Hulu Migas melalui SIAP SELAMAT

Posted by

Jakarta, Petrominer – SKK Migas mengumpulkan seluruh pimpinan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) dalam acara HSE (Health, Safety, & Environment) CEO Summit 2023 di kantor SKK Migas Jakarta, Selasa (2/5). Kegiatan ini diselenggarakan sebagai langkah antisipatif untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja sekaligus penandatanganan komitmen penerapan Sistem Manajemen HSE di sektor hulu migas.

Kepala SKK Migas, Dwi Soetjipto, menyampaikan SKK Migas bersama KKKS perlu melakukan terobosan yang masif dan agresif untuk mencapai target lifting migas pada tahun 2023. Meski begitu, aspek HSE tetap selalu dikedepankan.

“Saya tegaskan kembali, program yang masif dan agresif tidak membuat kita mengkompromikan aspek HSE. Tidak ada pekerjaan yang terlalu penting tanpa dikerjakan dengan selamat,” kata Dwi.

Menurutnya, SKK Migas sudah melakukan sejumlah langkah untuk menjaga aspek HSE pada industri hulu migas. Antara lain persetujuan dan monitoring Work, Program, & Budget aspek HSE, investigasi insiden, mengeluarkan surat edaran keselamatan kerja, pelaksanaan HSE monthly meeting, serta, di tahun 2022, mengembangkan aplikasi machine learning untuk incident rate forecasting pada Integrated Operation Centre SKK Migas.

“Aplikasi tersebut adalah Sistem Informasi Aplikasi Keselamatan Kerja atau kami menyebutnya SIAP SELAMAT yang digunakan untuk membantu analisa strategi pengelolaan aspek HSE pada industri hulu migas Indonesia,” ungkap Dwi.

Dengan sejumlah upaya tersebut, dari 87 juta jam kerja operasi hulu migas sampai akhir Maret 2023, tingkat incident rate berada di angka 0,24. Angka tersebut masih berada di bawah batas atas incident rate maksimal yang ditentukan (0,9) dan masih lebih baik dari rata-rata incident rate yang tercatat pada International Oil and Gas Producer yaitu 0,77.

“Namun, aspek keselamatan kerja tidak hanya diukur dari statistik, kita tidak dapat menampik beberapa insiden yang terjadi akhir-akhir ini dan cukup menyita perhatian publik. SKK Migas bersama KKKS menyikapi serius hal tersebut. Untuk itu, ke depan SKK Migas akan melaksanakan Safety Integrity Audit Program yang melingkupi audit atas sistem, peralatan, pekerja, aset, manajemen, dan ALARP assessment, serta pengaplikasian teknologi SIAP SELAMAT,” ujar Dwi.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri ESDM, Arifin Tasrif, mengatakan pengelolaan HSE di sektor hulu migas hendaknya dapat dilakukan dengan prinsip ketaatan terhadap aturan dan standar yang berlaku, efektif, efisien, serta menjamin kesehatan dan keselamatan kerja.

“Kami meminta manajemen SKK Migas dan KKKS untuk dapat melakukan supervisi dan menyiapkan segala sumber daya, baik sumber daya manusia, peralatan, dan prosedur untuk menerapkan aspek HSE. Sehingga seluruh program kerja untuk mencapai target produksi 1 juta BOPD (barel minyak per hari) dan 12 BSCFD (miliar standar kaki kubik per hari) gas tahun 2030 dapat berjalan dengan baik tanpa terkendala aspek HSE,” ujar Arifin.

Sama halnya dengan aspek produksi dan lifting, menurutnya, SKK Migas dan KKKS harus menyikapi aspek HSE ini dengan sense of urgency sehingga langkah-langkah mitigasi bisa dilakukan sedini mungkin.

“Kami berharap ke depan tidak ada lagi insiden di industri hulu migas sehingga target produksi nasional dapat tercapai,” kata Arifin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *