Jakarta, Petrominer – Asia akan menyaksikan dimulainya operasi 402 proyek midstream minyak dan gas bumi (migas). Jumlah ini mencakup 31 persen dari proyek midstream migas global selama periode tahun 2023 sampai 2027.
Dalam laporan terbaru berjudul ‘Oil and Gas Midstream New Build and Expansion Projects Analysis by Type, Development Stage, Key Countries, Region and Forecasts, 2023-2027,’ GlobalData menyebutkan bahwa segmen pipa utama/transmisi mendominasi dengan 155 proyek di Asia. Jumlah ini terhitung 39 persen dari total proyek midstream yang akan digarap di wilayah Asia selama 2023-2027. Segmen regasifikasi LNG dan penyimpanan minyak masing-masing mengikuti dengan 115 dan 113.
“Negara-negara Asia, terutama India dan China, menyaksikan perkembangan pesat infrastruktur midstream untuk impor, transportasi, serta penyimpanan minyak dan produk minyak untuk memenuhi permintaan domestik yang terus meningkat,” ungkap Analyst Migas GlobalData, Himani Pant Pandey, dalam laporan tersebut yang diperoleh PETROMINER, Jum’at (7/4).
Proyek pipa transmisi yang akan digarap di Asia adalah pipa gas daratan Xinjiang–Guangdong–Zhejiang SNG di China. Dengan panjang 8.972 km, ini akan menjadi jalur pipa terpanjang yang dibangun di China dan diperkirakan mulai beroperasi tahun 2026. Dioperasikan oleh SNG Transmission Pipeline Co Ltd, jalur pipa tersebut akan mengangkut gas dari wilayah barat China ke pusat pasar di timur.
Di segmen penyimpanan minyak, Ekspansi Zhoushan V merupakan proyek utama dengan kapasitas 132 juta barel (mmbbl). Dioperasikan oleh Zhejiang Petrochemical Co Ltd, dan bakal mulai beroperasi tahun 2025.
“Seomkum di Korea Selatan akan menjadi proyek regasifikasi terbesar di Asia dengan perkiraan mulai beroperasi tahun 2027. Dengan kapasitas sebesar 565 miliar kaki kubik (bcf), proyek ini semakin mengukuhkan status Korea Selatan sebagai salah satu importir LNG terkemuka di dunia,” ujar Himani.









Tinggalkan Balasan