,

ICP Menguat dan Naik Sedikit

Posted by

Jakarta, Petrominer — Perkembangan harga rata-rata minyak mentah utama di pasar Internasional pada bulan Pebruari 2017 masih sedikit menguat dibandingkan bulan sebelumnya. Tren serupa juga dialami harga minyak mentah Indonesia dari hasil perhitungan Formula ICP (Indonesian Crude Prices).

Berdasarkan Laporan Perkembangan Pasar Minyak bulan Pebruari 2017 dari SKMIGAS, yang diterima Petrominer, Rabu (8/3), harga minyak mentah Indonesia mengalami sedikit kenaikan dibandingkan Januari 2017.

ICP (yang terdiri dari 43 jenis) naik US$ 0,62 per barel dari US$ 53,11 per barel menjadi US$ 53,36 per barel. Penguatan serupa juga terjadi pada harga rata-rata ICP SLC, yang naik US$ 0,25 per barel dari US$ 53,11 per barel menjadi US$ 53,36 per barel.

Penguatan harga minyak mentah Indonesia dan minyak mentah utama lainnya di kawasan Asia Pasifik dipengaruhi oleh beberapa faktor, di antaranya permintaan minyak India, yang naik 197 ribu bph menjadi 4.746 ribu bph pada Desember 2016 dibandingkan tahun lalu.

Harga juga terangkat oleh posisi stok komersial Cina mengalami penurunan 0,4 juta barrel menjadi 362,8 juta barrel pada Desember 2016 dibandingkan bulan sebelumnya.

Sejalan dengan itu, harga minyak mentah utama di pasar internasional juga mengalami kenaikan. Brent (ICE) naik US$ 0,55 per barel dari US$ 55,45 per barel menjadi US$ 56,00 per barel. WTI (Nymex) naik US$ 0,85 per barel dari US$ 52,61 per barel menjadi US$ 53,46 per barel. Basket OPEC naik US$ 0,97 per barel dari US$ 52,40 per barel menjadi US$ 53,37 per barel.

Penguatan harga ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, di antaranya adalah kesepakatan para anggota OPEC untuk melakukan penurunan produksi selama enam bulan ke depan. Langkah ini diikuti oleh negara-negara non-OPEC.

“Produksi OPEC turun 1,04 juta barel per hari menjadi 29,93 bph. Sementara produksi Rusia turun 0,1 juta bph menjadi 11,48 juta bph,” tulis laporan SKK Migas itu.

Tidak hanya itu, produksi minyak dunia pada Januari 2017 juga mengalami penurunan dibandingkan Desember 2016. Berdasarkan publikasi OPEC (Organization of the Petroleum Exporting Countries) pada Pebruari 2017, produksi minyak dunia turun 1,29 juta bph menjadi 95,82 juta bph. Sementara berdasarkan laporan IEA, produksi minyak dunia turun 1,48 juta bph menjadi 96,39 juta bph.

Terus Menguat

Untuk bulan Maret 2017, harga diperkirakan masih menguat karena negara-negara OPEC dan Non-OPEC masih terus mengurangi tingkat produksi sesuai kesepakatan. Tidak hanya itu, harga juga akan terdorong naik karena meningkatnya permintaan minyak mentah global di kuartal I 2017.

Namun, harga bisa saja kembali memperlemah karena dipengaruhi beberapa faktor, diantaranya adalah terus meningkatnya produksi minyak mentah di Amerika Serikat dan tetap menguatnya US dolar terhadap mata uang utama dunia lainnya.

Sepanjang Maret 2017, harga rata-rata minyak mentah Indonesia berkisar antara US$ 52,00 – 57,00 per barel, harga rata-rata WTI (Nymex) berkisar antara US$ 52,00 – 57,00 per barel, dan harga rata-rata Brent (ICE) berkisar antara US$ 54,00 – 58,00 per barel.

Perkembangan harga minyak mentah dunia berdasarkan publikasi Platt’s.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *