Surabaya, Petrominer – PT PLN Nusantara Power terus meningkatkan produksi energi bersih di sektor pembangkitan. Salah satu inovasi yang dilakukan adalah dengan meningkatkan penerapan co-firing di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) batubara yang dikelolanya.
Menurut Direktur Utama PLN Nusantara Power, Ruly Firmansyah, memasuki triwulan pertama di tahun 2023, subholding PT PLN (Persero) ini telah menyumbangkan 19.902 Megawatt hour (MWH) energi bersih dari co-firing. Sebagian besar energi bersih tersebut disumbangkan oleh PLTU Paiton 1-2 dan PLTU Paiton 9 dengan total daya mencapai 8.852,64 MWh.
“Selain pengembangan unit pembangkit berbasis EBT, perlu strategi yang tepat untuk mendorong produksi energi bersih pada PLTU yang ada. Dengan pencapaian ini, kami harap dapat meningkatkan persentase bauran co-firing di lingkungan pembangkitan PLN,” ujar Ruly, Sabtu (4/3).
Sepanjang tahun 2022, PLN Nusantara Power telah melampaui target produksi energi bersih dari co-firing hingga 178,32 persen. Total energi bersih berhasil diproduksi sebesar 250,39 Gigawatt hour (GWh) dari target 140,42 GWh.
“Ini dapat dicapai berkat inovasi yang dilakukan perusahaan dan sinergi antar instansi yang baik. Pemanfaatan biomassa ini sekaligus menjadikan pembangkit PLN episentrum pendayagunaan ekonomi kerakyatan,” jelasnya.
Ruly mengungkapkan PLN Nusantara Power telah melakukan studi terkait co-firing sejak tahun 2018 dan telah melakukan uji coba co-firing pada 16 PLTU di Jawa dan luar Jawa. Seperti di PLTU Paiton yang kini telah berhasil melakukan co-firing hingga 6 persen.
Program co-firing terus dikembangkan karena inovasi ini merupakan salah satu langkah tepat dalam implementasi green energy. Co-firing merupakan teknik substitusi dalam pembakaran PLTU, di mana sebagian batubara untuk pembakaran diganti sebagian dengan bahan lainnya, salah satunya biomassa.
“Tidak hanya mengurangi penggunaan bahan bakar fosil secara bertahap, co-firing juga dapat menjadi solusi permasalahan sampah sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat,” ungkapnya.
Untuk mendukung kemajuan co-firing, PLN Nusantara Power telah menjalin kerja sama dengan dua perusahaan asal Jepang, yaitu Sumitomo Heavy Industries (SHI) serta Mitsubishi Heavy Industries (MHI).
Kerja sama dengan SHI melingkupi kajian pada mesin pembangkit boiler tipe CFB pada PLTU Paiton. Berlangsung sejak Desember 2019, kerja sama dan kajian ini mempersiapkan tahap awal co-firing PLTU Paiton pada persentase 30-50 persen.
Sedangkan kerja sama dengan MHI berfokus pada mesin pembangkit PLTU Paiton dengan jenis boiler PC dengan biomassa sawdust serta PLTGU Muara Karang (Jakarta) dengan biomassa hidrogen.
“Jika memungkinkan, secara bertahap akan kontinyu dan diujicobakan hingga mencapai 100 persen co-firing biomassa di PLTU kami,” ujar Ruly.









Tinggalkan Balasan