,

Ribuan Sak FABA Untuk Perbaikan Tanggul Akibat Banjir

Posted by

Jepara, Petrominer – PT PLN (Persero) selalu bersiaga dan gerak cepat dalam membantu penanganan bencana di berbagai daerah. Tidak hanya masalah kelistrikan tetapi juga kebutuhan lainnya.

Seperti yang dilakukan dalam membantu perbaikan infrastruktur yang rusak akibat banjir di Semarang, Jawa Tengah. Dalam hal ini, PLN mengoptimalkan pemanfaatan abu sisa pembakaran batubara dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) atau Fly Ash dan Bottom Ash (FABA).

General Manager PLN Unit Induk Pembangkitan (UIK) Tanjung Jati B, Hari Cahyono, mengatakan PLN memberikan bantuan berupa material FABA untuk pemulihan kerusakan berbagai infrastruktur dan bangunan. Apalagi, PLN UIK Tanjung Jati B selaku unit pembangkitan PLN di Jepara memiliki persediaan material FABA melimpah yang dapat digunakan untuk material pengganti semen.

“Kami berkomitmen mengirimkan material subtitusi semen ini melalui Dinas Pekerjaan Umum Semarang, yang selanjutkan akan digunakan untuk memperbaiki kerusakan berbagai infrastruktur bangunan, salah satunya untuk tanggul,” kata Hari, Senin (27/2).

Menurutnya, FABA tersebut dimanfaatkan untuk membantu memulihkan kerusakan infrastruktur dan bangunan akibat banjir yang melanda wilayah Semarang awal tahun 2023 lalu. Mulai dari jaringan listrik, tanggul, jalan, jembatan hingga fasilitas umum lainnya.

Sebagai komitmen PLN, setidaknya ada 5.000 sak FABA atau setara 250 ton dikirimkan untuk perbaikan infrastruktur di Semarang secara bertahap. Sebelumnya, 3.600 sak FABA dikirimkan sejak Minggu (19/2) ke lokasi bencana banjir di Semarang. Selanjutnya, diupayakan 500-750 sak FABA akan dikirim setiap harinya.

”Semoga dalam beberapa waktu yang tidak terlalu lama ini, masyarakat dapat merasakan manfaat FABA untuk pemulihan kerusakan bangunan dan infratruktur umum akibat banjir ini,” kata Hari.

Hingga kini, PLN UIK Tanjung Jati B membuka peluang sebesar-besarnya untuk dapat mengintensifkan pemanfaatan FABA untuk membantu pembangunan Infrastruktur umum. Selain kokoh untuk infrastruktur, penggunaan FABA juga dapat menurunkan biaya pembangunan hingga 50 persen dibandingkan material konvensional.

Selama ini, PLN terus mengolah FABA PLTU menjadi bahan baku infrastruktur yang bisa digunakan oleh masyarakat dan hingga 2022 mencapai 2,26 juta ton yang diperoleh dari 47 PLTU dari seluruh Indonesia. Dari jumlah tersebut, telah dibangun 19,82 kilometer jalan beton, 401.861 ton untuk stabilisasi lahan, 157 unit rumah FABA, 2.273.414 buah paving batako, 300 Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) serta 652 pieces tetrapod.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *