Lhokseumawe, Petrominer – PT Pupuk Indonesia (Persero) meresmikan pengoperasian pabrik pupuk NPK milik PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun, Lhokseumawe, Aceh. Kehadiran pabrik baru ini menjadikan kapasitas produksi total Pupuk Indonesia Group sebesar 3,7 juta ton, naik dari sebelumnya 3,2 juta ton per tahun.
Peresmian dilakukan langsung oleh Presiden Joko Widodo, Jum’at (10/2). Pabrik ini memiliki kapasitas produksi 500.000 ton per tahun, dengan nilai investasi sekitar Rp 1,7 triliun yang meliputi pembangunan pabrik dan fasilitas pendukungnya seperti dermaga, gudang, dan lain-lain.
Pembangunan pabrik NPK PIM ini merupakan salah satu upaya Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam mendukung Visi Indonesia Emas 2045 yaitu ketahanan pangan, sekaligus pengembangan kawasan Green Industry Cluster (GIC) di KEK Arun untuk menciptakan ketahanan dan transisi energi menuju target Net Zero Emission.
Direktur Utama Pupuk Indonesia, Bakir Pasaman, mengatakan pabrik baru PIM ini adalah karya anak bangsa, karena mengadopsi teknologi proses milik PT Petrokimia Gresik yang juga merupakan anak perusahaan Pupuk Indonesia. Kontraktor pabrik ini adalah perusahaan BUMN, yaitu PT PP (Persero) Tbk.
“Kandungan TKDN proyek ini juga mencapai 85 persen,” ungkap Bakir.
Selain pabrik baru tersebut, PIM juga mulai mengoperasikan kembali pabrik Urea PIM-1 dengan kapasitas 570 ribu ton. Dengan begitu, total kapasitas produksi urea terpasang PIM menjadi 1,14 juta ton per tahun.
Pabrik PIM 1 sempat tidak beroperasi sejak tahun 2012 karena tidak mendapat pasokan gas. Namun sejak awal tahun 2022 lalu, pabrik ini berhasil diaktifkan kembali setelah memperoleh pasokan gas, sehingga turut memperkuat kemampuan PT PIM dalam pemenuhan kebutuhan pupuk nasional sebesar 570 ribu ton.
Produk pupuk dari pabrik NPK PIM ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pupuk di wilayah Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) dan Aceh, termasuk kebutuhan pupuk non subsidi.
“Sebagai BUMN yang berperan dalam penyediaan pupuk untuk kebutuhan nasional, kehadiran pabrik NPK PIM menjadi wujud nyata dalam memenuhi kebutuhan petani. Kehadiran pabrik NPK PIM menambah produksi NPK Pupuk Indonesia Grup menjadi sekitar 3,5 juta ton per tahun,” jelasnya.
Dalam sambutannya, Presiden Jokowi menyampaikan apresiasinya kepada Kementerian BUMN atas keberhasilan mengoperasikan kembali Pabrik PIM-1.
“Saya lihat di Aceh ini ada dua pabrik pupuk yang bertahun-tahun tidak beroperasi karena kurangnya pasokan gas. Lalu saya tugaskan Menteri BUMN untuk menjalankan. Soal kebutuhan gas, nanti kita carikan sehingga kendala pupuk bisa diatasi karena bagaimanapun juga pupuk merupakan kebutuhan dasar kita,” ungkap Presiden.
Sementara Menteri BUMN, Erick Thohir, mengatakan pembangunan pabrik NPK PIM ini merupakan salah satu upaya BUMN dalam mendukung visi Indonesia Emas 2045, terutama mengenai ketahanan pangan. Proyek ini juga akan memberikan multiplier effect bagi perekonomian masyarakat Aeh dan diproyeksikan menambah PDRB Aceh sebesar 4,13 persen.








Tinggalkan Balasan