Batam, Petrominer – PT PLN (Persero) siap memenuhi pertumbuhan kebutuhan listrik di Batam, Kepulauan Riau. Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) Kerja Sama Penyediaan dan Pengelolaan Tenaga Listrik antara anak usaha PLN, yaitu PLN Batam selaku pemilik Izin Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (IUPTL) di Batam, bersama 8 perusahaan dengan total potensi kebutuhan mencapai 1.008 Mega Volt Ampere (MVA).
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo menyatakan PLN siap memenuhi kebutuhan listrik di seluruh Indonesia, khususnya di Batam, termasuk untuk industri dan bisnis. Ini sebagai bentuk dukungan atas pertumbuhan ekonomi setempat.
“PLN siap mendukung investasi yang hadir melalui penyediaan listrik yang cukup, handal dan tarif kompetitif. Dengan listrik yang handal dan terjangkau, kami yakin PLN Batam dapat menjadi jantung dari pertumbuhan ekonomi di sini,” ucap Darmawan, Kamis (2/2).
Pertumbuhan konsumsi listrik di Batam sendiri mengalami lonjakan signifikan. Sepanjang tahun 2022, konsumsi listrik meningkat sebesar 14,71 persen dari 2,56 juta Megawatt hour (MWh) tahun 2021 menjadi 2,94 juta MWh tahun 2022. Angka ini juga berada di atas pertumbuhan konsumsi listrik nasional yang sebesar 6,17 persen.
“Tahun 2022 pertumbuhan konsumsi listrik di Batam luar biasa. Kalau tahun 2021 hanya tumbuh 5,01 persen, tahun 2022 ini lebih dari 14 persen. Ini menunjukkan roda ekonomi di Batam mengalami pertumbuhan,” ucap Darmawan.
Direktur Utama PLN Batam, M. Irwansyah Putra menjelaskan bahwa saat ini daya mampu kelistrikan di Batam mencapai 569 megawatt (MW) dengan beban puncak sebesar 538 MW. Batam diproyeksikan akan mengalami surprised demand tahun 2026 sebesar 508 MVA dan terus meningkat kebutuhan hingga 1.008 MVA tahun 2030.
“Untuk memenuhi pertumbuhan kebutuhan listrik, PLN merencanakan penambahan kapasitas pembangkit sebesar 860 MW hingga tahun 2030. Sehingga kami yakin siap memenuhi kebutuhan listrik di Batam,” ungkap Irwansyah.
Delapan perusahaan yang menandatangani MoU dengan PLN Batam adalah PT Taman Resort Internet, PT Kabil Indonusa Estate, PT IDN Solar Tech, PT Samara Industrial, Bandara Internasional Batam, PT Ecogreen Oleochemicals, PT Latrade Batam Indonesia, dan Tunas Grup.








Tinggalkan Balasan