, ,

Solusi Infrastruktur LNG Terintegrasi

Posted by

Manila, Filipina, Petrominer — Dua perusahaan rekayasa dan konstruksi bekerjasama mengembangkan infrastruktur LNG skala kecil untuk distribusi di seluruh Asia. Kerjasama itu dituangkan dalam sebuah Nota Kesepahaman (MoU) untuk menciptakan sebuah solusi bagi infrastruktur LNG yang terintegrasi.

Teknologi ini menawarkan solusi yang spesifik, terintegrasi, dan efisien dari segi biaya untuk kegiatan distribusi LNG. Dengan memfokuskan pada pencairan, transportasi, dan infrastruktur hilir untuk distribusi LNG bagi para pengguna untuk dapat memenuhi kebutuhan akan tenaga listrik, perkapalan, transportasi darat, serta keperluan industri lain.

Kedua perusahaan itu adalah Atlantic, Gulf, and Pacific Company (AG&P), sebagai penyedia solusi infrastruktur rantai pasokan liquefied natural gas (LNG) terdepan, dan Air Liquide Global E&C Solutions, perusahaan rekayasa dan konstruksi dari Air Liquide Group.

Berdasarkan nota kesepahaman itu, AG&P akan mengintegrasikan teknologi Air Liquide dengan spesialisasi AG&P pada bidang perencanaan, desain teknis, pembiayaan, dan pengoperasian modul infrastruktur LNG untuk membangun blok-teknologi-canggih yang dapat menjadi bagian mana saja pada rantai pasokan LNG. Hal ini akan memberikan solusi lebih cepat dan kompetitif bagi para pengguna akhir untuk dapat memaksimalkan nilai proyek.

Pimpinan AG&P, Jose P. Leviste Jr., menyatakan bahwa perjanjian bersejarah ini mewujudkan integrasi infrastruktur hilir LNG ke dalam jaringan pasokan LNG dari AG&P untuk menjamin pengiriman gas tercepat kepada konsumen. Infrastruktur hilir itu di antaranya adalah terminal regasifikasi skala kecil, pusat distribusi, stasiun bongkar muat truk, dan sistem penanganan gas boil-off.

“Tujuan kami menggabungkan teknologi dan paten pemrosesan gas Air Liquide dengan pengalaman AG&P di bidang desain, teknis, dan konstruksi untuk memberikan solusi paling kompetitif bagi para konsumen di seluruh Asia. Kami menawarkan produk-produk yang unik, baik untuk aplikasi darat maupun lepas pantai,” ujar Leviste dalam siaran pers yang diterima Petrominer, Selasa (7/3).

Kerjasama ini juga mencakup pengembangan bersama modul hilir LNG standar (sebagian di atas skids) yang mengoptimalkan biaya dan mempersingkat waktu pengiriman. Selain itu, diatur pula sistem manajemen inovatif Boil-off Gas (BOG) untuk menghilangkan kebutuhan investasi kompresor BOG, sambil memastikan tidak ada gas yang terbuang atau tersulut sehingga dapat memberikan manfaat lingkungan dan ekonomi kepada konsumen.

AG&P’s ultra-shallow draft LNG carrier integrated with regasification, liquefaction, and boil-off gas management, enabling rapid delivery of tolled gas to customers.

Permintaan LNG

Sementara itu, VP & Chief Air Liquide Engineering and Construction, Domenico D’Élia, mengatakan, pihaknya memilih AG&P untuk menjadi mitra karena reputasi mereka dalam inovasi, keamanan, dan pengiriman yang cepat.

“Melalui perjanjian ini, kami dapat memenuhi kebutuhan dinamis para konsumen di Asia, di mana dibutuhkan efisiensi dalam pengiriman LNG bagi para pengguna di berbagai pelosok,” paparnya.

Domenico menegaskan, melalui kerja sama tersebut, AG&P dan Air Liquide akan merintis pengembangan infrastruktur LNG yang sangat dibutuhkan dewasa ini. Apalagi, permintaan LNG terus tumbuh di seluruh dunia karena sejumlah negara berusaha untuk menggantikan bahan bakar minyak dengan LNG, sebagai bahan bakar bersih dan lebih murah, untuk pembangkit listrik, perkapalan pengiriman, transportasi darat dan keperluan industri. Namun, realisasinya berjalan lambat karena kurangnya infrastruktur yang diperlukan.

“Sebagian besar negara-negara di Asia membutuhkan pembangunan aset besar-besaran untuk membawa gas dari sumbernya ke konsumen yang tersebar di geografi yang luas,” jelasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *