, ,

Mitsubishi Gandeng ITB Riset Pembangkit Listrik Amonia

Posted by

Tokyo, Petrominer – Mitsubishi Heavy Industries, Ltd. (MHI) dan Institut Teknologi Bandung (ITB) sudah beberapa kali melakukan penelitian bersama terkait solusi energi bersih untuk membantu Indonesia mencapai dekarbonisasi. Kali ini, kedua pihak menandatangani perjanjian untuk melakukan penelitian dan pengembangan bersama pembangkit listrik berbahan bakar amonia dengan turbin gas.

Penandatanganan perjanjian baru tersebut dilaksanakan di Tokyo pada 26 September 2022 lalu saat berlangsungnya Asia Green Growth Partnership Ministerial Meeting (AGGPM) ke-2, yang diselenggarakan Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Jepang (METI).

Anggota Senior  dan Senior General Manager Divisi Transisi Energi MHI,  Junichiro Masada, menjelaskan bahwa penelitian baru ini akan menerapkan keahlian ITB di bidang teknik reaksi kimia dalam rangka mengoptimalkan pembangkitan listrik menggunakan bahan bakar amonia. Setelah pengujian demonstrasi dengan turbin gas H-25 MHI, kedua mitra R&D ini akan mengupayakan aplikasi komersial pembangkit listrik berbahan bakar amonia di Indonesia.

“Target yang ditetapkan untuk mencapai pembangkit listrik yang lebih bersih di Indonesia, berdasarkan uji demonstrasi dengan turbin gas H-25. Melalui kerja sama ini, MHI dan ITB bertujuan untuk menggalakkan pengembangan teknologi antara Jepang dan Indonesia guna menunjang penerapan energi bersih di Indonesia,” ungkap Masada dalam siaran pers yang diterima PETROMINER, Kamis (13/10).

Dengan menggabungkan kemampuan teknologi MHI yang ekstensif dalam pembangkit listrik dengan keahlian ITB yang sangat terspesialisasi dan pengetahuan yang kuat tentang kondisi di Indonesia, dia menyatakan yakin kolaborasi ini akan menghasilkan penelitian yang benar-benar inovatif dalam teknologi energi bersih.

“Kerja sama kami dengan ITB tentunya akan melahirkan ide-ide baru dan mendorong transisi energi di Indonesia,” tegas Masada.

Sementara Wakil Rektor ITB, Prof. I Gede Wenten, menyampaikan bahwa transisi energi berperan penting dalam mengurangi emisi gas rumah kaca global, dan dalam jangka panjang akan berdampak pada pengurangan pemanasan global atau perubahan iklim. Kolaborasi penelitian antara ITB dengan MHI ini berfokus pada penggunaan NH3 pada pembangkit listrik, adopsi yang lebih luas akan membantu mengurangi penggunaan batu bara.

“Dalam jangka panjang, produksi NH3 diharapkan lebih banyak mengandung NH3 ramah lingkungan yang menggunakan energi terbarukan. Saya berharap R&D bersama ini akan berdampak positif terhadap upaya melakukan transisi energi yang berkelanjutan,” ujar I Gede Wenten.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *