, ,

GeoDipa Komitmen Kebut Pengembangan Panas Bumi

Posted by

Jakarta, Petrominer – PT Geo Dipa Energi (Persero) komitmen untuk mempercepat pengembangan pemanfaatan panas bumi sebagai bagian dari investasi berkelanjutan yang strategis. Apalagi, panas bumi merupakan salah satu sumber energi terbarukan yang sangat penting dalam menjamin ketahanan dan keamanan energi nasional, mengingat potensi panas bumi Indonesia adalah yang terbesar kedua di dunia.

Menyusul keberhasilannnya di dua area panas bumi, yakni Dieng di Jawa Tengah dan Patuha di Jawa Barat, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini sedang melakukan studi awal untuk pengembangan potensi panas bumi di Candi Umbul Telomoyo di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, dan Arjuno Welirang di Jawa Timur.

“Di area Candi Umbul Telomoyo dan area Arjuni Welirang, kami tengah menyelesaikan studi G&G untuk menentukan jumlah sumur eksplorasi yang akan dibor,” ujar Direktur Pengembangan Niaga dan Eksplorasi Geo Dipa Energi, Yudistian Yunis, dalam acara Media Gathering “Ngobrol Panas Bumi”, Jum’at (7/10).

Yudistian menjelaskan, GeoDipa mendapat penugasan dari Pemerintah untuk mengembangkan kedua area panas bumi ini, yang pernah dilelang oleh Pemerintah namun belum ada peminatnya. Rencananya, Geodipa akan membangun PLTP berkapasitas 45 megawatt (MW) di area Candi Umbul Telomoyo. Sementara di area Arjuno Welirang, akan dikembangkan PLTP berkapasitas 3×60 MW.

Saat ini, GeoDipa tengah mengoperasikan PLTP Dieng unit I dan PLTP Patuha unit I dengan masing-masing berkapasitas 55 MW. Perusahaan ini juga tengah melakukan pengembangan dengan pengembangan PLTP Dieng unit 2 dan PLTP Patuha unit 2 dengan masing-masing berkapasitas 55 MW.

“Proyek ini menjadi sebuah investasi berkelanjutan yang sangat strategis. Hal ini dikarenakan produksi energi bersih akan meningkat dan mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil, terutama batubara pada sistem ketenagalistrikan di Jawa-Bali,” ujarnya.

Menurut Yudistian, progres proyek PLTP Dieng Unit 2 dan PLTP Patuha Unit 2 saat ini sudah 30 persen. Hingga kini, sudah memasuki fase pengeboran masing-masing 5 sumur produksi dari target 12 sumur di Patuha dan 10 sumur di Dieng.

“Ditargetkan, kedua unit pembangkit panas bumi tersebut sudah bisa masuk ke sistem kelistrikan paling lambat awal 2025,” ungkapnya.

Selain melakukan pengembangan di Dieng dan Patuha, GeoDipa juga juga berkomitmen untuk mempercepat pengembangan pemanfaatan panas bumi di Indonesia melalui program government drilling. Melalui program ini, diharapkan mampu mengurangi resiko pengusahaan di sektor hulu panas bumi dimana selama ini menjadi salah satu tantangan yang dihadapi pengembang/badan usaha dalam melakukan pembangunan PLTP.

Pemetaan proyek Geo Dipa Energi di Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *