Jakarta, Petrominer – PT Vivo Energy Indonesia menyatakan patuh dengan kebijakan Pemerintah terkait penjualan bahan bakar minyak (BBM) beroktan rendah, yang akan dihapus per tanggal 31 Desember 2022. Badan usaha ini telah mengambil langkah‐langkah yang diperlukan untuk menghabiskan persediaan BBM jenis Revvo 89 (RON 89) pada akhir tahun ini.
Revvo 89 adalah produk BBM yang tidak bersubsidi dan harga BBM internasional telah sangat bergejolak belakangan ini. Harga jual ditentukan oleh harga BBM internasional serta peraturan lokal tentang formula harga jual maksimum.
“Pemerintah telah memutuskan untuk menghapus penjualan BBM beroktan rendah pada tanggal 31 Desember 2022. Untuk mematuhi kebijakan Pemerintah, Vivo Energy Indonesia telah mengambil langkah‐langkah yang diperlukan untuk menghabiskan persediaan Revvo 89 kami pada akhir tahun ini.” Demikian tulis siaran pers Vivo Energy Indonesia, yang diterima PETROMINER, Senin malam (5/9).
Menurut Vivo Energy Indonesia, perubahan harga adalah keputusan komersial untuk mematuhi regulasi dan perubahan pasar.
Sebelumnya, usai Pemerintah melakukan penyesuaian harga BBM jenis Pertalite (RON 90), Pertamax (RON 92) dan Solar subsidi akhir pekan lalu, Stasiun pengisian bahan bakar (SPBU) Vivo diserbu para konsumen untuk membeli BBM jenis Revvo 89. Namun selang sehari, BBM ini pun hilang dari pasar dengan alasan stok habis.
Kini, SPBU Vivo kembali menjual BBM tersebut dengan harga baru, yakni Rp 10.900 atau naik dari harga sebelumnya sebesar Rp 8.900. Sementara jenis BBM Revvo lainnya, yakni Revvo 92 dan Revvo 95 masing-masing tidak ada perubahan.









Tinggalkan Balasan