Jakarta, Petrominer – Integrated Terminal Tanjung Uban telah siap menjadi trading hub atau simpul perdagangan BBM dan LPG di kawasan Asia Tenggara. Fasilitas ini dikelola oleh PT Peteka Karya Tirta (PKT), anak usaha PT Pertamina International Shipping (PIS).
Kesiapan tersebut salah satunya ditandai dengan diterimanya kargo perdana yang disertai peresmian integrated Terminal BBM Tanjung Uban menjadi Pusat Logistik Berikat (PLB). Sebagai simpul perdagangan, fasilitas ini artinya diakui menjadi kawasan yang strategis untuk menjadi penghubung antara industri dan pemasok, dalam hal ini komoditas BBM dan LPG.
“Pencapaian ini tidak lepas atas kerja sama dan dukungan dari Kantor Bea dan Cukai Departemen Keuangan khususnya DJBC Kepulauan Riau dan KPPBC Tanjung Pinang. Semoga pencapaian ini menjadi tonggak awal untuk terminal Pertamina lainnya, khususnya terminal milik PKT untuk berperan dalam pasar internasional,” ujar Direktur PKT, Hari Purnomo, usai acara peresmian di Tanjung Uban awal pekan lalu.
Menurut Hari, Integrated Terminal Tanjung Uban di Pulau Bintan ini memiliki lokasi strategis, karena berdekatan dengan Singapura yang selama ini menjadi salah satu trading hub BBM terbesar di Asia. Dengan status PLB ini, Integrated Terminal Tanjung Uban diharapkan bisa membuka peluang bagi para pemasok-pemasok global untuk menyimpan kargonya di Indonesia.
“Dengan resminya Integrated Terminal Tanjung Uban menjadi PLB ini juga diharapkan bisa meningkatkan Utilisasi terminal di Pertamina Grorup, mengembangkan sarana dan fasilitas terminal untuk kebutuhan trading di regional, serta memperluas keterlibatan terminal di kancah pasar internasional,” ujar Corporate Secretary PIS, Muhammad Aryomekka Firdaus.
Terminal Tanjung Uban dibangun di atas area seluas 247 Ha, yang saat ini memiliki tangki timbun dengan kapasitas total sekitar 200.000 KL. Fasilitas ini juga dilengkapi dengan fasilitas blending dan diperkuat dengan 7 dermaga untuk operasional penerimaan dan pengiriman berbagai produk BBM dan LPG.
Acara peresmian dan penerimaan kargo perdana tersebut turut dihadiri oleh Kepala Kanwil Bea Cukai Akhmad Rofiq, Kabid Kepabeanan dan Cukai Khusus Kepulauan Riau Abdul Rasyid, Kepala KPP Bea Cukai Tanjung Pinang Tri Hartana dan juga manajemen dari PKT yakni Direktur PKT Hari Purnomo, VP Terminal Operation PKT Heri Santika, serta VP Trading & Other Business PT Pertamina Patra Niaga (PPN), Maya Kusmaya.








Tinggalkan Balasan