Jakarta, Petrominer – PT Pertamina Patra Niaga bekerjasama dengan aparat kepolisian bergerak cepat memastikan penanganan korban peristiwa laka lantas kecelakaan mobil tangki dapat segera tertangani dengan baik. Pertamina Patra Niaga berkomitmen bertanggung jawab terhadap seluruh biaya perawatan bagi korban luka, serta pemberian santunan bagi korban jiwa.
Kecelakaan dialami mobil tangki dengan No. Polisi B 9598 BEH di Cibubur, Senin (18/7), sekitar pukul 15.29 WIB. Pertamina Patra Niaga telah menyampaikan permohonan maaf atas terjadinya peristiwa tersebut, dan menyampaikan duka cita mendalam kepada korban dan keluarga korban.
“Kami terus berupaya maksimal dalam mengawal proses penanganan korban. Pertamina Patra Niaga akan bertanggung jawab penuh. Sekali lagi kami sampaikan permohonan maaf atas kejadian ini, serta turut berduka cita yang mendalam kepada korban dan keluarga korban,” ungkap Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Alfian Nasution, yang hadir langsung menemui keluarga korban di RS Polri Kramat Jati, serta korban luka yang tengah di rawat di RS Permata Cibubur, Senin malam (18/7).
Alfian mengatakan penyebab kecelakaan masih dalam tahap investigasi. Pertamina juga memastikan pasokan BBM untuk memenuhi kebutuhan masyarakat tidak mengalami kendala.
“Kami akan terus mengawal penanganan korban dan proses investigasi,” ungkap Irto.
Dirgakkum Korlantas Polri, Brigjen Polisi Aan Suhanan, dalam keterangannya menjelaskan bahwa terdapat 10 korban jiwa yang tengah diidentifikasi, dan 5 korban luka-luka. Saat ini, 9 korban jiwa sudah berada di RS Polri Kramat Jati, dan 1 korban jiwa berada di RS Permata Cibubur. Sedangkan 5 korban luka tengah ditangani untuk pengobatan di RS Permata Cibubur.
Sementara dua orang awak mobil tangki dalam kondisi selamat. Dan saat ini tengah diamankan di Polsek Jatisampurna, Bekasi.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Irto Ginting, mengatakan bekerja sama dengan aparat kepolisian, Pertamina Patra Niaga terus berupaya maksimal dalam melakukan prosedur pengamanan dan pemindahan di lokasi kejadian. Health, Safety, Security and Environment (HSSE) Pertamina bersama aparat kepolisian pun bergerak cepat melakukan rangkaian prosedur pengamanan dan pemindahan mobil tangki dari lokasi kejadian pada pukul 23.30 WIB.
“Sepanjang proses, dilakukan penyemprotan ke mobil tangki sebagai langkah pendinginan untuk memastikan kondisi aman. Selanjutnya dilakukan pergantian bagian kepala truk,” jelas Irto.









Tinggalkan Balasan