Petapahan, Petrominer – SKK Migas terus mendorong pelaksanaan program pengeboran sumur eksploitasi yang telah ditetapkan pada work, program & budget (WPnB) tahun 2022. Melalui perwakilannya di Sumatera Bagian Utara (Sumbagut), SKK Migas melakukan pemantauan pelaksanaan pengeboran sumur pengembangan PB-18 yang dioperasikan oleh kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) Texcal Mahato di Petapahan, Riau.
Menurut Deputi Operasi SKK Migas, Julius Wiratno, kegiatan pemantauan ini dilaksanakan untuk memastikan realisasi komitmen kerja pasti di tahun 2022 yang telah diajukan Texcal Mahato dalam upaya meningkatkan produksi minyak.
“Pengeboran Sumur PB-18 menggunakan rig milik PT Bias Drillindo berkapasitas 750 HP, Sumur PB-18 memiliki target kedalaman 6.300 ftMD, berhasil spud pada 07 Juni 2022 pukul 04:00 WIB. Kegiatan pemboran ini ditargetkan selesai dalam dua minggu ke depan. Status rig saat ini suspend, dalam proses WOC while S/U 4-1/2″ DP dan Instal Braden Head,” ujar Julius, Kamis (9/6).
Dia mengatakan bahwa kegiatan pemantauan yang dilakukan oleh SKK Migas ini diharapkan dapat mendorong Texcal Mahato untuk dapat menyelesaikan pengeboran sumur PB-18 tepat waktu dan tidak dan kendala apapun di lapangan, baik kendala teknis maupun non teknis.
Lebih lanjut, Julius menegaskan bahwa untuk mendorong peningkatan cadangan migas guna mendukung pencapaian target produksi jangka panjang 1 juta barrel minyak perhari (BOPD) dan 12 miliar kaki kubik gas per hari (BSCFD) pada tahun 2030, SKK Migas terus mendorong pelaksanaan program pengeboran sumur pengembangan yang telah ditetapkan dalam WPnB tahun 2022.
Sepanjang tahun 2022, SKK Migas and KKKS telah menetapkan program pengeboran sumur pengembangan yang masif dan agresif dibandingkan realisasi program yang sama di tahun lalu. Program pengeboran sumur pengembangan di tahun 2022 berjumlah 790 sumur, atau meningkat 78 persen dibandingkan realisasi pengeboran sumur pengembangan tahun 2021. Ini sebagai upaya untuk menjaga tingkat produksi migas secara optimal guna memenuhi target yang telah ditetapkan.
“Memperhatikan besarnya jumlah sumur pengeboran, maka SKK Migas harus memastikan betul di lapangan tidak ada hambatan serta bagaimana agar pelaksanaan pengeboran berjalan dengan efisien dan efekti, karena dengan jumlah ketersediaan rig yang terbatas di pasaran, maka rig yang digunakan harus dapat dioptimalkan,” tegasnya.
Kepala SKK Migas Sumbagut, Rikky Rahmat Firdaus, menyampaikan bahwa program pengeboran sumur pengembangan di tahun 2022 terbanyak ada di wilayah kerja KKKS di Sumbagut.
Berdasarkan data WPnB 2022, jumlah sumur pengeboran KKKS di Sumbagut mencapai 545 sumur atau setara dengan 69 persen dari total program pengeboran sumur pengembangan di seluruh Indonesia yang berjumlah 790 sumur.
“Kegiatan pemantauan tajak sumur pengembangan di Sumbagut menjadi salah satu program prioritas, karena keberhasilan pengeboran sumur pengembangan secara nasional akan sangat ditentukan oleh keberhasilan pengeboran di Sumbagut. Kami bersyukur pandemi Covid-19 sudah mulai tertangani, sehingga sudah terjadi pelonggaran dalam mobilitas manusia dan barang, ini sangat membantu kami dalam melakukan pengawasan,” ujar Rikky.








Tinggalkan Balasan