Pasuruan, Petrominer – SKK Migas mengapresiasi capaian survei seismik subvulkanik Jawa yang dilakukan Pertamina Hulu Energi (PHE), sebagai bagian dari Komitmen Kerja Pasti Wilayah Kerja Jambi Merang. Kegiatan survei 2D dengan vibroseis tersebut sudah mencapai 80 persen dari target 1.000 km yang dimulai sejak September 2021 lalu.
Kepala SKK Migas, Dwi Soetjipto, mengatakan untuk menemukan sumber-sumber minyak dan gas bumi baru, sejak akhir tahun 2021 telah dilakukan kegiatan survei seismik subvulkanik Jawa dengan target mencapai 1.000 km menyusuri jalan sepanjang Jawa Barat Bagian Selatan dan Jawa Timur Bagian Selatan.
“Kegiatan survei seismik subvulkanik Jawa adalah bagian dari Indonesia Exploration blueprint and strategy, yaitu menggali potensi hidrokarbon yang tertutupi vulkanik. Hal ini merupakan sebuah kegiatan yang sangat luar biasa, di mana jika dilihat dari nine box strategy, program ini memiliki karakter High Risk yang tentunya diharapkan bisa memberikan High Reward,” ujar Dwi dalam acara seremoni survei seismik subvulkanik Jawa yang dilaksanakan di Kota Pasuruan, Jawa Timur, Jum’at (3/6).
Menurutnya, industri hulu migas terus fokus untuk melakukan derisiking dari potensi eksplorasi dengan menyediakan data-data yang nantinya akan mengundang investor untuk menemukan cadangan besar. Apalagi, potensi eksplorasi Indonesia masih kaya karena masih terdapat cekungan yang diyakini mengandung migas namun belum dieksplorasi secara massif.
“Terlaksananya kegiatan ini, kita melihat komitmen yang luar biasa dari Pemerintah yang diwakili oleh Kementerian ESDM, SKK Migas dan para pelaku bisnis untuk menemukan giant discovery demi mencapai visi produksi 1 juta barel minyak per hari (BOPD) dan 12 miliar kaki kubik gas per hari (BSCFD) gas pada tahun 2030,” ungkap Dwi.
Seremoni kegiatan survei sesimik subvulkanik Jawa tersebut juga dihadiri oleh Kepala Pusat Survey Geologi Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM) Hermansyah, Direktur Eksplorasi PHE Medy Kurniawan dan Direktur Operasi Elnusa Charles Harianto Lumban Tobing.
“Kerja keras dan komitmen untuk menyelesaikan kegiatan ini telah ditunjukan dengan baik, dengan capaian saat ini telah berhasil diselesaikan sepanjang 820 km atau 82 persen dari target 1.000 km pada kegiatan survei seismik subvulkanik Jawa, yang ditargetkan dapat diselesaikan pada bulan September 2022,” paparnya.
SKK Migas telah mendorong KKKS untuk melakukan kegiatan survei eksplorasi yang masif, dilakukan melalui kegiatan survei eksplorasi di darat, laut dan udara adalah bagian dari upaya untuk mencapai target ketersediaan data bagi 128 Cekungan yang Indonesia miliki hingga tahun 2024, sebagaimana dicanangkan oleh Menteri ESDM.
“Kami atas nama manajemen SKK Migas mengapresiasi seluruh pihak yang telah bekerja keras dalam kegiatan ini khususnya Pertamina yang telah melakukan kegiatan eksplorasi secara masif, yaitu pelaksanaan kegiatan survei seismik 2D di laut pada open area sejauh 32.000 km pada tahun 2019-2020 lalu, dan full tensor gravity (FTG) menggunakan pesawat udara di Bird Head dan Akimeugah yang telah selesai akhir tahun 2021,” ungkap Dwi.
Kegiatan yang dilakukan oleh Pertamina tersebut merupakan bagian dari Komitmen Kerja Pasti Wilayah Kerja Jambi Merang. Pertamina, sebagai pemegang wilayah kerja terbanyak dan terluas di Indonesia yang saat ini memiliki 41 WK Migas dengan luasan mencapai + 204.494 km2, yang terdiri dari : 23 WK Pertamina sebagai operator, 3 WK berupa Badan Operasi Bersama (BOB)/JOB, 14 WK Pertamina sebagai Partner/Non Operator, tentunya sangat diharapkan untuk terus melakukan kegiatan eksplorasi secara massif.








Tinggalkan Balasan