Jakarta, Petrominer – Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI) kembali akan menyelenggarakan konferensi dan pameran Indonesia EBTKE ConEx tahun 2022 secara online. Kegiatan yang telah memasuki tahun ke-11 ini akan akan dilaksanakan pada 10-15 Oktober 2022 mendatang.
Pandemi Covid-19 telah memaksa penyelenggaraan Indonesia EBTKE ConEx dilakukan secara online sejak tahun 2020. Meski begitu, peminatnya tetap antusias. Misalnya, Indonesia EBTKE ConEx 2021 berhasil menghadirkan 5.000 partisipan dari 48 negara, selama lima hari penyelenggaraannya.
Ketua Umum METI, Surya Darma, berharap penyelenggaraan Indonesia EBTKE ConEx 2022 dapat menghasilkan diskusi serta hasil yang baik dan bisa merubah komitmen menjadi aksi seperti tema yang diusung tahun ini yaitu ‘Energy Transition, From Commitment To Action’.
“Pada tahun 2021, meskipun pelaksanaan Indonesia EBTKE ConEx dilakukan secara daring (online), hal tersebut tidak menurunkan minat para pemangku kepentingan di industri Energi Terbarukan,” ujar Surya dalam acara launching Indonesia EBTKE ConEx 2022 yang dilakukan secara daring, Kamis (2/6).
Dia menjelaskan, Indonesia EBTKE ConEx 2022 merupakan kegiatan tahunan dari METI yang didukung penuh oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral melalui Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi. Indonesia EBTKE ConEx 2022 juga merupakan side event dari kegiatan Presidensi Indonesia G20. Hal ini sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo tentang pentingnya pendanaan dalam percepatan transisi energi, dan Presidensi G20 menjadi forum untuk memobilisasi kebutuhan tersebut.
“Kegiatan ini diikuti oleh perusahaan-perusahaan dan asosiasi energi terbarukan di dalam maupun luar negeri ini, dan menjadi ajang bertukar pikiran dari berbagai pihak kepentingan dan pelaku industri dalam bidang energi baru terbarukan dan konservasi energi,” ungkap Surya.
Dalam sambutannya, Direktur Jenderal EBTKE, Dadan Kusdiana, menyampaikan bahwa tahun ini Pemerintah telah menetapkan komitmen baru yang lebih kuat dari pada tahun lalu untuk aksi iklim dan transisi energi guna prospek yang lebih baik untuk transisi energi di Indonesia. Kebijakan utama seperti target net-zero emisi, moratorium PLTU, dan implementasi harga karbon ini memberikan nada positif bagi transisi energi di tahun-tahun mendatang.
“Maka dari itu saya berharap kegiatan Indonesia EBTKE ConEx tahun ini dapat menjadi tempat seluruh pemangku kepentingan memberikan dukungan agar transisi energi dapat berjalan sesuai jalurnya. Semoga kegiatan ini juga berjalan dengan sukses dan tidak hanya menjadi puncak acara namun juga dapat menjadi puncak semua komitmen yang telah kita paparkan,” ujar Dadan.
Kegiatan Launching Indonesia EBTKE ConEx 2022 dilanjutkan dengan Bincang-Bincang METI dengan topik ‘Energy Transition, From Commitment To Action’. Acara ini dipandu oleh Lucia Ismoyo Rukmi selaku moderator, dan menghadirkan Dirjen EBTKE Kementerian ESDM, Dadan Kusdiana; Chief Executive Officer PT Pertamina Power Indonesia, Dannif Danusaputro; CEO Medco Power Indonesia, Eka Satria; serta Direktur Mega Proyek dan Energi Baru Terbarukan PT PLN (Persero), Wiluyo Kusdwiharto sebagai narasumber.









Tinggalkan Balasan