Jakarta, Petrominer – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) kembali membangun infrastruktur minyak dan gas bumi (migas) yang manfaatnya langsung dapat dinikmati masyarakat. Infrastruktur tersebut di antaranya adalah pipa Cirebon-Semarang, jaringan gas bumi untuk rumah tangga (jargas), serta pembagian paket perdana konverter kit (konkit) untuk nelayan dan petani sasaran.
“Progres pembangunan infrastruktur migas tersebut hingga 31 Maret 2022 yaitu pembangunan transmisi pipa Cirebon-Semarang (Cisem) telah memasuki proses tender dengan target penandatanganan kontrak tanggal 17 Mei 2022,” ungkap Menteri ESDM, Arifin Tasrif, dalam Rapat Kerja dengan Komisi VII DPR RI, Rabu (13/4).
Pembangunan pipa transmisi Cirebon-Semarang akan dibangun sepanjang 260 km. Pada tahap I akan dibangun ruas Semarang-Batang sepanjang ± 62 km dan diperkirakan rampung tahun 2023.
Sedangkan untuk pembangunan jargas sebanyak 40.777 sambungan rumah (SR) di 12 kabupaten/kota, sebanyak 3 paket telah ditandatangani kontraknya pada 14 Maret 2022, 1 paket ditandatangani 6 April 2022 dan 1 paket masih dalam proses tender.
Menurut Arifin, kontrak paket terakhir untuk pembangunan jargas ditargetkan bisa ditandatangani 29 April 2022 mendatang.
Program pembangunan jargas telah dilaksanakan Kementerian ESDM c.q Ditjen Migas sejak tahun 2009, dan hingga saat ini total telah terbangun 662.431 SR. Tujuan pembangunan jargas adalah memberikan akses energi kepada masyarakat, menghemat pengeluaran biaya bahan bakar gas, membantu ekonomi masyarakat menuju ekonomi masyarakat mandiri dan ramah lingkungan dan mengurangi beban subsidi BBM dan/atau LPG pada sektor rumah tangga.
Sementara Program Konversi BBM ke LPG untuk Nelayan dan Petani hingga kini masih dalam proses penetapan penugasan. Untuk tahun 2022 ini, sebanyak 30.000 paket konkit untuk nelayan akan dibagikan di 15 provinsi. Sedangkan untuk petani akan dibagikan 30.000 paket di 16 provinsi.
“Agar pelaksanaan pembagian konkit dapat segera dijalankan, kami minta agar ada dukungan data penerima sesuai dengan wilayah yang disasarkan,” kata Menteri ESDM.
Pembagian konkit untuk petani dan nelayan memiliki makna bagi kemudahan akses energi di mana petani dan nelayan diberikan pilihan terhadap energi yang akan digunakan. Selain itu, kegiatan ini juga berdampak pula pada perekonomian yaitu dapat mengurangi biaya operasional bagi petani dan nelayan sampai dengan sekitar 50 persen dibandingkan penggunaan BBM.
Program Konversi BBM ke BBG untuk Petani dilaksanakan sejak tahun 2019. Dibagikan sejumlah 1.000 unit dan pada tahun 2020 telah didistribusikan 10.000 unit. Pada tahun 2021, didistribusikan 3.448 paket. Sedangkan pembagian paket perdana untuk nelayan telah dilaksanakan sejak tahun 2016. Hingga tahun 2019, telah dibagikan 60.859 paket perdana. Sedangkan tahun 2020 dibagikan 25.000 paket.








Tinggalkan Balasan