Jakarta, Petrominer – New Energy Nexus (NEX), melalui Indonesia 1 Fund dan Smart Energy Grants, memberikan pendanaan kepada empat startup energi bersih. Inisiatif ini sebagai bagian dari dukungan NEX Indonesia untuk menjembatani kesenjangan pendanaan bagi startup yang bergerak di sektor energi bersih di Indonesia.
Dua perusahaan yang menerima pendanaan dan telah ditambahkan ke dalam portofolio Indonesia 1 Fund adalah Synergy Efficiency Solutions (SES) dan SWAP Energi. SES merupakan perusahaan efisiensi energi, dan SWAP Energi adalah startup yang bergerak di bidang e-mobility.
Indonesia 1 Fund juga melakukan investasi bersama dengan East Ventures, PT Saratoga Investama Sedaya Tbk. (Saratoga) dan Schneider Electric untuk melakukan investasi lanjutan kepada startup solar PV, Xurya, dalam putaran Seri A senilai US$ 21,5 juta. Pendanaan ini merupakan pendanaan Seri A terbesar yang diterima untuk sebuah startup energi bersih di Indonesia.
“Kami melihat peluang yang luar biasa untuk startup energi bersih dan inovasi iklim di Indonesia untuk dapat melakukan revolusi di sektor ini. Mengingat saat ini Indonesia masih sangat bergantung pada bahan bakar fosil, tetapi jika kita mendukung dan memberdayakan startup energi bersih dan bisa berkontribusi pada perkembangan investasi dalam sektor ini. Kita dapat mempercepat transisi energi bersih, dan menciptakan lebih banyak lapangan kerja,” ujar Program Director di New Energy Nexus Indonesia, Diyanto Imam, Selasa (29/3).
Diryanto menjelaskan, langkahnya saat ini adalah untuk menjembatani kesenjangan pendanaan tahap awal untuk startup energi bersih di Indonesia. Oleh karena itu, sejak tahun 2019, NEX telah memberikan pendanaan kepada 16 startup melalui Smart Energy Grants dan Indonesia 1 Fund.
“Tujuan kami adalah untuk mempercepat transisi energi bersih Indonesia, dan mendukung komitmen Indonesia untuk mengatasi perubahan iklim,” tegasnya.
Menurut data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Indonesia memiliki potensi energi terbarukan hingga 400.000 MegaWatt (MW), dengan target utama melalui tenaga surya dan tenaga air.
“Sampai dengan akhir tahun 2021, Xurya telah memasang 57 Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Dengan pendanaan Seri A, kami bertujuan untuk mempercepat transisi energi di Indonesia dengan lebih banyak berinvestasi pada pengembangan teknologi dan sumber daya manusia,” jelas Managing Director Xurya Daya Indonesia, Eka Himawan.
Sementara CEO SES, Steve Piro, mengatakan senang dapat mengikuti program akselerator Nexus dan menjadi mitra strategis Nexus. SES berencana memanfaatkan jaringan klien dan investor Nexus serta memanfaatkan kemitraan ini untuk menjalankan strategi perusahaan. SES mendapatkan pendanaan dari Indonesia 1 Fund bersama dengan SEACEF, untuk investasi ini.
“NEX selalu menjadi pendukung terbesar kami dalam hal pembinaan dan pendanaan. Dengan partisipasi investasi NEX dalam pendanaan putaran Seri Pra-A kami, SWAP Energi akan mempercepat adopsi kendaraan listrik dan mendukung pemerintah Indonesia untuk mencapai target pengoperasian 13 juta sepeda motor listrik pada tahun 2030,” ujar Pendiri & CEO SWAP, Irwan Tjahaja.
Dipimpin oleh Kejora-SBI Orbit, Indonesia 1 Fund telah melakukan investasi bersama dengan investor lain seperti Baramulti Group, Living Lab Ventures (terafiliasi dengan Sinar Mas Group), investor korporasi strategis maupun investor high net worth untuk Swap Energy.
Selain Indonesia 1 Fund, NEX Indonesia juga memobilisasi dana hibah melalui Smart Energy Grants. Program ini bertujuan untuk mendukung startup pada tahap prototyping dan membantu mereka untuk memvalidasi ide bisnis mereka.
Per Desember 2021, NEX Indonesia memberikan dana hibah untuk sembilan startup energi bersih dan inovasi perubahan iklim. Powerchain, sebuah perusahaan berbasis IoT, adalah penerima Smart Energy Grant dalam periode ini untuk proyek percontohan terbarunya bernama “Konde”, sebuah produk lampu pintar LED yang dirancang untuk penerangan jalan (Lampu Penerangan Jalan Umum).
“Dengan dana Smart Energy Grants yang diterima Powerchain, kami berharap menjadi batu loncatan bagi Powerchain untuk memperluas pasar kami, dengan memulai proyek yang kami targetkan dapat mencapai 14 ribu instalasi sistem pencahayaan pintar di Pulau Jawa dan Nusa Tenggara Barat pada tahun 2022,” ujar CEO Powerchain, Yayan Santoso.








Tinggalkan Balasan