, ,

Mubadala Petroleum Mulai Alirkan Gas dari Pegaga, Sarawak

Posted by

Abu Dhabi, Petrominer – Mubadala Petroleum berhasil memulai produksi gas pertama dari lapangan gas Pegaga di blok SK 320, lepas pantai Malaysia. Selanjutnya, gas dialirkan ke kompleks LNG Petronas di Bintulu, Sarawak.

CEO Mubadala Petroleum, Mansoor Mohamed Al Hamed, menyebutkan bahwa tonggak sejarah ini menandai kemanan dan keberhasilan proyek gas yang dikelola Mubadala Petroleum saat menghadapi tantangan pandemi global. Proyek ini juga merupakan proyek pengembangan strategis utama bagi sektor energi Malaysia, di mana produksi utama Pegaga untuk memasok gas ke kompleks LNG Petronas di Bintulu.

“Pencapaian Pegaga ini menjadi tonggak sejarah bagi Mubadala Petroleum. Perjalanan sejak penemuan, hingga pengembangan dan produksi saat ini yang didukung oleh Malaysia Petroleum Management (MPM) Petronas, mitra dan kontraktor kami, menunjukkan kemampuan, ketahanan, dan komitmen mendalam kami sebagai penyedia energi. Dengan fokus strategis kami pada gas sebagai jembatan utama menuju transisi energi, pencapaian ini mencerminkan ambisi kami bagi masa depan sebagai investor jangka panjang dan mitra energi strategis,” ujar Mansoor dalam siaran pers yang diterima PETROMINER, Senin (21/3).

Senior Vice President MPM Petronas, Mohamed Firouz Asnan, menyampaikan ucapan selamat kepada Mubadala Petroleum dan para mitranya atas capaian penting tersebut. Apalagi, Pegaga bakal menjadi produsen utama dan berkontribusi dalam mempertahankan pasokan gas Malaysia untuk beberapa dekade yang akan datang.

“Proyek ini, yang Final Investment Decision (FID)-nya diambil saat pasar minyak masih melandai pada tahun 2018, menunjukkan kepercayaan yang dimiliki investor terhadap industri hulu migas Malaysia. Fasilitas tersebut sepenuhnya dirancang dan dibuat di dalam negeri serta diimplementasikan selama periode terberat akibat pandemi Covid-19 kian menggarisbawahi ketahanan ekosistem negara ini,” ungkap Mohamed.

Mubadala Petroleum hadir di Malaysia sejak tahun 2010 dan menjadi operator blok SK 320 dengan kepemilikan 55 persen. Sementara para mitranya adalah Petronas Carigali Sdn Bhd, anak perusahaan Petronas, memegang 25 persen, dan Sarawak Shell Berhad memegang 20 persen.

Lapangan gas Pegaga terletak di Provinsi Central Luconia, lepas pantai Sarawak, pada kedalaman air sekitar 108 meter. Konsep pengembangan terdiri dari Integrated Central Processing Platform (ICPP) yang terdiri dari jaket berkaki 8.

Pada puncak pandemi di Malaysia, jaket dan dek kepala sumur yang dibangun di fabrikasi  Lumut dan Kuching berhasil dipasang pada April 2020, diikuti dengan kegiatan pengeboran pengembangan. Float-over dan pemasangan ICPP berhasil diselesaikan dengan aman pada Agustus 2021.

Fasilitas ini dirancang untuk menghasilkan gas 550 juta standar kaki kubik gas per hari (MMSCFD) ditambah kondensat. Gas yang dihasilkan dialirkan melalui pipa bawah laut 38 inchi sepanjang 4 km, yang terhubung ke jaringan gas lepas pantai yang ada dan selanjutnya ke kompleks LNG Petronas di Bintulu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *