, ,

Kejar Target, Pertamina Bor Tiga Sumur Pengembangan

Posted by

Prabumulih, Petrominer – Subholding Upstream Pertamina Regional Sumatera Zona 4 berhasil mencatatkan penambahan produksi minyak melalui Pertamina EP Prabumulih Field. Kinerja positif ini bakal berlanjut menyusul mulai dilaksanakannya pemboran tiga sumur pengembangan Prabumulih Field dan Limau Field, Sumatera Selatan.

Prabumulih Field mencetak penambahan produksi minyak sebesar 709 barrel oil per day (BOPD) dari sumur KRG-PA1. Sementara penambahan tiga sumur pengembangan adalah TMB-PA dan KRG-PA2 di Prabumulih, serta PMN-E di Limau Field.

General Manager Zona 4, Agus Amperianto, mengungkapkan langkah agresif ini bukan tanpa alasan. Untuk memenuhi target produksi, yaitu minyak 23.700 BOPD dan gas 498 MMSCFD, diperlukan strategi jangka pendek dan menengah yang terencana dengan baik.

“Zona 4 Regional Sumatera Subholding Upstream telah menyusun rencana kerja sumur yang cukup masif dengan timeline yang sangat padat, antara lain 41 sumur pengembangan dan 4 sumur eksplorasi, lalu ada 41 sumur workover, serta melakukan well services-well intervention sebanyak 934 sumur. Target produksi tahun ini dituntut lebih tinggi dari realisasi tahun 2021, sehingga perlu dipastikan realisasi setiap rencana kerja pengeboran, workover, dan well intervention berjalan sesuai dengan target waktu dan produksi,” ungkap Agus, Senin (21/2).

Sumur TMB-PA mulai dibor pada 16 Februari 2022 menggunakan rig PDSI #20.2/EMSCOD2-M, dengan estimasi waktu selama 50 hari. Sumur ini diproyeksikan menambah produksi minyak sebesar 250 BOPD. Pada tanggal yang sama, sumur KRG-PA2 juga dibor menggunakan rig PDSI #32.2/N80UE-E, dengan estimasi waktu 44 hari dan diproyeksikan menambah produksi minyak 140 BOPD.

Kemudian pada 18 Februari 2022, Pertamina EP Limau Field melanjutkan pengeboran sumur PMN-E menggunakan rig PDSI #39.3/D1500-E/PDSI, dengan estimasi waktu 32 hari. Ditargetkan produksi minyak 150 BOPD dan 2 million standard cubic feet per day (MMSCFD) gas.

Ketiga sumur pengembangan tersebut berada di wilayah administrasi Kabupaten Muara Enim dan Kota Prabumulih, Sumatera Selatan. Rencana pengeboran yang sebelumnya telah dikoordinasikan dengan pemerintah kabupaten/kota setempat ini, mendapat dukungan positif.

Menurut Agus, program kerja yang masif dan agresif tersebut merupakan salah satu strateginya untuk meningkatkan produksi migas KKKS Zona 4 Regional Sumatera Subholding Upstream. Implementasi ini sejalan dengan semangat SUMATERA (SUstainable, MAssive, To grow, Efficient, Resilient, Aggressive) yang digadang oleh KKKS Pertamina Hulu Rokan (PHR) sebagai Regional Sumatera.

“Upaya yang kami lakukan antara lain meningkatkan kinerja operasi, mengoptimalkan lapangan produksi eksisting, melanjutkan program kerja eksplorasi, transformasi resources to production, serta memanfaatkan teknologi untuk implementasi enhanced oil recovery (EOR),” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Perwakilan SKK Migas Sumbagsel, Anggono Mahendrawan, menyampaikan SKK Migas dan KKKS akan terus melakukan upaya-upaya untuk meningkatkan produksi migas di wilayah Sumatera Bagian Selatan. Upaya ini dilakukan juga untuk mencapai bersama target produksi nasional dengan harapan ke depan ketahanan energi nasional dapat dijaga bersama.

Hingga awal Februari 2022, data Sistem Operasi Terpadu (SOT) SKK Migas menunjukkan produksi minyak berada di angka 23.417 BOPD, atau sekitar 99 persen dari target. Sedangkan produksi gas di angka 517,52 MMSCFD, atau sekitar 104 persen dari target.

Menurut Anggono, produksi tersebut ditopang oleh tujuh lapangan yang dioperasikan Pertamina yaitu Prabumulih, Limau, Pendopo, Adera, Ramba, Ogan Komering, dan Raja Tempirai. Di samping itu, produksi juga disokong oleh dua wilayah kerja non-operator Pertamina, yaitu Corridor dan Unitisasi Suban, serta sepuluh Kerja Sama Operasi (KSO).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *