Tuban, Petrominer – PT Pertamina Rosneft Pengolahan dan Petrokimia (Pertamina Rosneft) terus mengakselerasi proyek Kilang GRR Tuban di Tuban, Jawa Timur. Begitu pula dengan serapan tingkat komponen dalam negeri (TKDN), terus dioptimalisasi.
Sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN), Kilang GRR Tuban diproyeksikan akan menjadi salah satu kilang terbesar Indonesia dan menghasilkan produk BBM berkualitas seperti Gasoline, Diesel, dan Avtur hingga 229 ribu barel per hari. Guna menunjang proyek tersebut, Pertamina Rosneft proaktif melibatkan pekerja lokal, di mana angka serapan telah mencapai 1220 pekerja di area Tuban.
Direktur Utama Pertamina Rosneft, Kadek Ambara Jaya, menegaskan bahwa pihaknya memiliki komitmen tinggi dalam menciptakan multiplier effect bagi masyarakat Tuban melalui proyek GRR Tuban. Salah satunya dalam memberdayakan tenaga kerja lokal di area Tuban, yang telah dilakukan sejak tahap pembersihan lahan (land clearing).
“Total, ada 1220 pekerja lokal yang diberdayakan sejak tahapan land clearing I hingga IV. Tenaga lokal ini berasal dari desa-desa ring 1 di area GRR Tuban termasuk Wadung, Rawasan, Mentoso, Sumurgeneng dan Kaliuntu,” ungkap Kadek, Sabtu (29/1).
Selain melakukan pemberdayaan tenaga lokal, dia juga memastikan proyek GRR Tuban telah dijalankan selaras dengan program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan perusahaan. Selama tiga tahun dari 2019-2011, kontribusi Tanggung Jawab Sosial Lingkungan GRR Tuban telah mencapai Rp 23 miliar.
“Salah satu bentuk program sosial yang kami canangkan adalah beasiswa D3 Politeknik Energi dan Mineral (PEM) Akamigas Cepu bagi para siswa bertalenta di area Tuban. Tahun ini penerima beasiswa kami telah memasuki tahap akhir studinya. Artinya, program kami dirancang berkelanjutan dan menyasar seluruh lapisan masyarakat,” jelas Kadek.
Proyek GRR Tuban memiliki target serapan TKDN sebesar 27,85 persen. Komponennya antara lain penyerapan tenaga kerja lokal saat proyek berlangsung, setelah proyek berlangsung, hingga barang dan jasa dalam negeri yang berkualitas. Bahkan, proyek GRR Tuban akan turut serta menggunakan bahan baku lokal dalam proses konstruksinya.
“Untuk menjamin kualitas TKDN, kami menggandeng PT Surveyor Indonesia (Persero) dalam melaksanakan vendor assessment proyek agar para vendor benar-benar memenuhi nilai TKDN dalam pengadaan barang yang akan diserap dalam konstruksi GRR Tuban,” paparnya.
On Track
Mengingat nilai strategis yang dimiliki Kilang GRR Tuban untuk menyokong ketahanan energi negeri, Pertamina Rosneft juga berkomitmen untuk mengelola proyek ini secara on track.
Hingga akhir Desember 2021, progres proyek ini mencapai 62,77 persen dalam tahapan penyusunan desain (Front-End Engineering Design/FEED). Angka ini cukup jauh melampaui target awal yaitu sebesar 56,45 persen.
“Penyusunan desain teknis ini merupakan fase yang krusial dalam pembangunan kilang, karena dari FEED ini akan didapatkan desain dan spesifikasi kilang secara lengkap sebagai dasar untuk melanjutkan proyek,” jelas Kadek.
Proyek Kilang GRR Tuban adalah program pembangunan kilang minyak baru yang terintegrasi dengan kilang petrokimia guna mewujudkan ketahanan energi negeri. Selain produk BBM, Kilang GRR Tuban bertujuan menghasilkan produk petrokimia sebesar 2.820 kilo ton per tahun, serta paraxylene sebesar 1.300 kilo ton per tahun. Kilang yang memiliki kapasitas pengolahan hingga 300 ribu barel per hari ini akan menjadi salah satu kilang terbesar yang dimiliki Pertamina.








Tinggalkan Balasan