, ,

Pertamina Ajak Investor Rusia Garap PLTA

Posted by

Jakarta, Petrominer – Pertamina NRE dan RusHydro telah menandatangani nota kesepahaman tentang pengembangan pembangkit listrik tenaga air (PLTA) di Indonesia. Kerja sama strategis ini berpotensi mengoptimalkan pemanfaatan potensi energi air yang cukup besar di Indonesia.

Acara penandatanganan nota kesepahaman tersebut dilakukan secara virtual, Kamis (30/12). Dokumen ditandatangani oleh Dannif Danusaputro selaku Chief Executive Officer Pertamina NRE dan Sergey Machekhin selaku Deputy Director General project Engineering, Sustainable Development and International Cooperation RusHydro.

“Ini adalah kerja sama yang sangat strategis untuk mempercepat pengembangan EBT di Indonesia, khususnya PLTA. Harapannya dapat mendukung percepatan pencapaian target Bauran Energi Nasional di mana EBT mencapai 23 persen tahun 2025. Pertamina NRE dan RusHydro memiliki aspirasi yang sama dalam transisi energi, yaitu menyediakan energi yang lebih bersih,” ujar Dannif.

Kerja sama strategis ini tidak saja mencakup pengembangan PLTA melainkan juga potensi energi baru dan terbarukan (EBT) lainnya. Pada area pengembangan PLTA dan proyek infrastruktur sumber daya air, kerja sama meliputi pengembangan strategi pemanfaatan sumber daya air di Indonesia yang memiliki nilai ekonomis, termasuk mengidentifikasi lokasi serta joint study, dan penjajakan terhadap offtaker.

Sedangkan pada potensi EBT lainnya, kerja sama meliputi optimasi pembangkit listrik eksisting, transfer teknologi, pengembangan teknologi inovasi pada proyek-proyek EBT, serta percepatan peningkatan kapasitas dan kompetensi sumber daya manusia.

RusHydro adalah perusahaan pembangkit listrik terbesar di Rusia dengan kapasitas terpasang saat ini sebesar 38 GW. Meskipun fokus pada PLTA, RusHydro juga mengoperasikan beberapa pembangkit listrik panasbumi dan pumped storage hydropower plant di Rusia. Perusahaan yang 61,7 persen sahamnya dipegang oleh pemerintah Rusia ini memiliki fokus pada penyediaan listrik berbasis energi bersih di mana saat ini memiliki porsi sebesar 81,5 persen dalam portofolio pembangkitnya.

Selama ini, Pertamina NRE secara aktif menjajaki kerja sama strategis dengan pihak lain dalam rangka mendukung upaya transisi energi. Pertamina NRE telah menandatangani nota kesepahaman dengan PT Pembangkitan Jawa Bali (PJB) tentang sinergi dalam proyek-proyek penyediaan energi bersih baik di dalam maupun luar negeri seperti potensi pemanfaatan PLTA untuk green hydrogen. Melalui transisi energi, Pertamina mendukung target pemerintah untuk mewujudkan net zero emissions tahun 2060.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *