Tuban, Petrominer – PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) telah menyelesaikan Outside Battery Limit (OSBL) Proyek Revamping Aromatik di Kilang TPPI Tuban, Jawa Timur, sesuai target. Proyek ini merupakan proyek pertama TPPI sejak mulai beroperasi 15 tahun silam.
Peresmian penyelesaian OSBL Proyek Revamping Aromatik dilakukan oleh Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Nicke Widyawati, Senin (20/12). Dihadiri oleh segenap pemangku kepentingan lainnya seperti Direksi dan Komisaris Pertamina, Direksi dan Komisaris PT Kilang Pertamina Internasional, Direksi PT Tuban Petrochemical Industries, Bupati Tuban beserta seluruh jajaran Forkopimda Kabupaten Tuban.
TPPI, dengan dukungan penuh dari Pemegang Saham Utama PT Pertamina (Persero) dan PT Tuban Petrochemical Industries, berkomitmen penuh untuk mengelola proyek kilang Aromatik di Indonesia guna menurunkan impor produk turunan petrokimia. Salah satunya adalah dengan mencanangkan Proyek Revamping Aromatik TPPI, yang nantinya akan mampu meningkatkan kapasitas produksi Paraxylene dari 600 ribu menjadi 780 ribu ton setiap tahunnya dan juga meningkatkan kapasitas produksi Benzene dari 440 ribu menjadi 500 ribu ton per tahun.
Pjs. Presiden Direktur TPPI, Erwin Widiarta, menyebutkan bahwa hari ini akan menjadi salah satu hari bersejarah bagi TPPI dengan dilaksanakannya peresmian penyelesaian OSBL Proyek Revamping Aromatik TPPI. Proyek ini merupakan proyek pertama TPPI sejak mulai beroperasi 15 tahun silam, tepatnya pada tahun 2006.
“Hal ini merupakan bukti nyata bahwa TPPI dapat bangkit dan menata masa depan untuk menjadi perusahaan yang tumbuh dan berkembang” ungkap Erwin.
Penyelesaian OSBL berupa 5 unit tangki berfungsi tidak hanya untuk mendukung keseluruhan proyek Revamping Aromatik, namun juga dapat meningkatkan fleksibilitas operasional Kilang TPPI. Penyelesaian OSBL ini termasuk pembangunan 5 unit Tangki, lengkap dengan sistem perpipaan, kelistrikan, instrumentasi dan safety, dengan nilai proyek sebesar Rp 379,75 miliar.
Pembangunan OSBL yang telah selesai dan di-commissioning terdiri dari 3 tangki berkapasitas 40.000 kl, 1 tangki dengan kapasitas 38.000 kl dan 1 tangki berkapasitas 15.200 kl. Semuanya sudah mulai digunakan dalam operasi Kilang TPPI sejak 18 Desember 2021.
TPPI memulai pembangunan OSBL pada bulan Juni 2020 dan dapat dengan sukses diselesaikan sesuai target dalam jangka waktu 18 bulan. Faktor-faktor kesuksesan penyelesaian proyek OSBL tersebut diantaranya adalah sistem kontrak Engineering Procurement and Construction (EPC) yang kuat, melalui pendefinisian Scope of Work (SOW) proyek secara jelas dan menerapkan prinsip Good Corporate Governance (GCG) secara konsisten.
Direktur Utama Tuban Petrochemical Industries, Sukriyanto, menjelaskan bahwa revamping Kilang TPPI adalah salah satu milestone penting dari serangkaian langkah-langkah yang disepakati dalam Perjanjian antara Menteri Keuangan dan PT Pertamina (Persero) pada Agustus 2018. Kesepakatan ini dalam rangka pengembangan industri petrokimia nasional.
Langkah tersebut diawali dengan pengambilalihan TubanPetro oleh Menteri Keuangan dan Pertamina, meningkatkan kepemilikan saham di TPPI dan sekaligus memberikan tambahan modal untuk peningkatan kapasitas kilang serta inisiasi beberapa proyek pengembangan pada anak perusahaan TubanPetro lainnya.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Kilang Pertamina Internasional, Djoko Priyono, menyampaikan bahwa Kilang Pertamina Internasional sebagai Subholding Refining & Petrochemical berkomitmen penuh untuk mengembangkan kilang TPPI. Tidak hanya aspek operasi namun juga aspek bisnis ke depan, melalui optimasi serta integrasi antara Kilang TPPI dengan Kilang-kilang Pertamina yang ada.
“Pengembangan Kilang TPPI ini dibagi menjadi dua bagian utama. Yang pertama adalah Proyek Revamp TPPI guna memaksimalkan produksi Paraxylene, dan kedua adalah Proyek Olefin TPPI, di mana dalam merancang Proyek ini, kami mengintegrasikan kebutuhan Kilang Olefin ini dari Kilang TPPI existing dan juga Kilang-kilang Pertamina yang ada, sehingga dapat meningkatkan keekonomian proyek dan juga Kilang TPPI,” jelas Djoko.
Dengan bergulirnya berbagai proyek strategis nasional di Kilang TPPI Tuban, tentunya akan lebih mengokohkan peran TPPI sebagai bagian dari Pertamina Group dalam pengembangan industri petrokimia nasional.








Tinggalkan Balasan