,

Aneka Produk Laut Indonesia di Expo 2020 Dubai

Posted by

Dubai, Petrominer – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memamerkan aneka potensi dan produk hasil laut Indonesia di Paviliun Indonesia, Dubai Expo 2020. Program Indonesia Seafood  ini merupakan bagian dari upaya menggenjot peningkatan pertumbuhan ekonomi dari sektor perikanan. Mulai dari penguatan komoditas unggulan berorientasi ekspor di sisi hulu hingga aktif dalam berbagai pameran berlevel internasional.

Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP), Artati Widiarti, menjelaskan bahwa keikutsertaan KKP pada Expo 2020 Dubai bertujuan meningkatkan citra positif produk kelautan dan perikanan, khususnya di pasar Timur Tengah dan Afrika. Melalui ajang ini, KKP berupaya memperkuat branding Indonesia Seafood, dengan produk unggulan seperti udang, lobster, rajungan, dan tuna.

“Saat ini, seafood Indonesia sudah menjadi primadona di berbagai negara. Tentu ini menjadi kesempatan yang luar biasa untuk menarik minat buyer hingga investor,” ujar Artati, Jum’at (26/11).

KKP berpartisipasi dalam Paviliun Indonesia pada rolling exhibition tanggal 19–25 November 2021. Kegiatan promosi yang dilakukan antara lain display produk premium seafood, produk kosmetik berbasis rumput laut, kerajinan kekerangan serta produk UMKM unggulan #pasarlautindonesia.

“KKP juga melakukan penayangan video promosi branding Indonesia Seafood, Indonesian Tuna, Indonesian Shrimp, Indonesian Lobster, dan lainnya, pada media tayang di business lounge, theatre dan mini stage/indoor stage,” ungkapnya.

Tidak hanya itu, selama pameran, para pengunjung dari berbagai negara diberi kesempatan untuk mencicipi kuliner perpaduan hasil laut dengan rempah-rempah Indonesia. Makanan tersebut di antaranya adalah tuna saus nasi goreng, udang, kepiting, dan keong kaleng. Produk makanan ini juga menjadi bagian dari program Indonesian Spice Up The World.

Beberapa produk UMKM #pasarlautindonesia yang dipamerkan antara lain Abon Ikan Patin, dan Fish Skin berbagai rasa, Abon Ikan Bandeng, Baby Fish Crispy, Stamina Salt, Foot Salt, Garam Kumur, Detox Bath Herbal, Sus kering abon, Keripik duri lele, Sumpia ikat, Ikan Kayu Aceh, Ikan dan udang Kremez, dan Ikan Kuaci.

“Di Paviliun Indonesia juga ditampilkan pula produk kosmetik berbahan dasar rumput laut hingga kerajinan tangan yang terbuat dari kerang,” ujar Artati.

Selain menampilkan dalam pameran seperti ini, KKP juga terus mendorong UMKM dalam meningkatkan kompetensi dan kapasitas pemasaran produknya melalui e-commerce dan pasar lainnya sehingga dapat diakses oleh masyarakat secara luas. Ini merupakan bagian dari upaya Mendukung Program Nasional Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) yang diluncurkan Presiden Joko Widodo pada 14 Mei 2020.

Ekonomi Biru

Lebih lanjut, Artati mengungkapkan bahwa penampilan program Indonesia Seafood di Dubai Expo 2020 sekaligus untuk menunjukkan penerapan ekonomi biru di mata dunia. Dimulai dari kebijakan perikanan tangkap terukur yang terlihat salah satunya dari aneka produk yang telah memiliki label sustainable. Kemudian implementasi aquaculture yang baik serta tanggung jawab sosial dengan standar internasional yang membuat Indonesia dapat memproduksi udang dengan kualitas terbaik.

Indonesia juga berkomitmen memerangi IUU Fishing yang berkaitan dengan tata peraturan pengambilan ikan tuna di laut, di mana Indonesia terdaftar sebagai anggota dari RFMOS dan memulai pengembangan ASEAN Tuna Ecolabel. Bahkan, tuna Indonesia diproses dengan mengikuti regulasi nasional dan internasional hingga diterima di negara-negara seperti USA, Jepang, Asia Tenggara, Timur Tengah hingga Italia.

“Sampai saat ini, terdapat 200 pabrik pengolahan ikan tuna Indonesia yang tersertifikasi dengan Good Manufacturing Practices dan standar HACCP. Beberapa diantaranya juga tersertifikasi dengan MSC, ISO 22000 dan sertifikat Kosher,” jelasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *