Tokyo, Petrominer – Sebuah konsorsium yang dipimpin oleh Mitsubishi Heavy Industries, Ltd. (MHI) telah menyelesaikan pembangunan pembangkit listrik Integrated Coal Gasification Combined Cycle (IGCC) di kota Hirono, Distrik Futaba Prefektur Fukushima, Jepang. Pembangkit listrik baru ini pun secara resmi telah diserahkan kepada Hirono IGCC Power GK dan beroperasi sejak 19 November 2021 lalu.
Fasilitas ini merupakan pembangkit listrik komersial bersih dan berefisiensi tinggi dengan menggabungkan teknologi gasifikasi batubara tercanggih di dunia. Proyek ini menghasilkan pembuatan salah satu konfigurasi IGCC terbesar di dunia, sekitar dua kali skala pembangkit serupa yang dibangun sebelumnya, yakni Nakoso Unit 10 (yang sebelumnya menjadi pembangkit percontohan IGCC).
Fasilitas baru ini adalah pembangkit IGCC kedua dengan skala besar yang digunakan secara komersial. Instalasi serupa yang dibangun untuk Nakoso IGCC Power GK telah beroperasi di Kota Iwaki Prefektur Fukushima pada April 2021 lalu.
Proyek Hirono diselesaikan melalui integrasi teknologi pembangkit listrik termal generasi terbaru dari MHI, termasuk Mitsubishi Power, dan tiga perusahaan lainnya di grup Mitsubishi yakni Mitsubishi Heavy Industries Engineering, Mitsubishi Electric, dan Mitsubishi Heavy Industries Power Environmental Solutions.
Mitsubishi Power memproduksi sistem inti IGCC, termasuk tungku gasifikasi batubara. Mitsubishi Heavy Industries Engineering, Ltd. bertanggung jawab atas peralatan pemurnian gas. Mitsubishi Electric Corporation mengawasi produksi generator dan peralatan listrik. Sementara Mitsubishi Heavy Industries Power Environmental Solutions, Ltd. bertanggung jawab atas peralatan pengolahan air limbah.
Pembangkit Listrik IGCC Hirono mengadopsi sistem Gas Turbine Combined Cycle (GTCC) yang berefisiensi tinggi dan terintegrasi dengan turbin gas dan uap. Batubara digasifikasi dalam tungku gasifikasi pada suhu tinggi di bawah tekanan tinggi; belerang, abu dan sejenisnya dipisahkan dan dihilangkan; dan gas hasil pemurnian digunakan sebagai bahan bakar untuk menggerakkan turbin gas. Gas limbah yang terbakar diumpankan ke boiler pemulihan limbah panas, dan uap yang dihasilkan digunakan untuk mengoperasikan turbin uap. Efisiensi pembangkitan listrik mencapai 48 persen. Efisiensi luar biasa ini lebih tinggi dibandingkan pembangkit listrik tenaga batubara konvensional, dan berkontribusi pada pengurangan emisi karbon.
Melalui partisipasinya dalam proyek IGCC ini dan adopsi yang dihasilkan dari sistem pembangkit listrik generasi terbaru dengan efisiensi tinggi, MHI telah memberikan kontribusi yang signifikan terhadap penggunaan sumber daya yang efektif, perlindungan lingkungan, dan revitalisasi wilayah Fukushima.








Tinggalkan Balasan