, , ,

Petronas Gandeng ExxonMobil Studi CCS di Malaysia

Posted by

Kuala Lumpur, Petrominer – ExxonMobil dan Petronas telah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) untuk berkolaborasi dan bersama-sama mengeksplorasi potensi proyek-proyek teknologi carbon capture and storage (CCS) di Malaysia. Kerjasama ini diharapkan bisa membantu target Malaysia dalam upaya pengurangan emisi karbon dan net-zero emissions.

Presiden ExxonMobil Low Carbon Solutions, Joe Blommaert, menjelaskan bahwa ExxonMobil akan menilai kelayakan proyek CCS di lokasi tertentu di lepas pantai Semenanjung Malaysia. Perusahaan migas asal Amerika ini juga akan berbagi data teknis dan infrastruktur bawah permukaan untuk jaringan pipa, fasilitas dan sumur saat mereka mengevaluasi proyek potensial untuk penyimpanan, transportasi, dan pemanfaatan kembali CO2 yang ditangkap.

“ExxonMobil terus menjajaki peluang di Asia Tenggara untuk proyek CCS skala besar yang berpotensi memberikan dampak terbesar di sektor dengan emisi tertinggi,” ujar Joe Blommaert dalam siaran pers yang diterima PETROMINER, Senin (8/11).

Dia menegaskan, dengan kolaborasi bersama dan kebijakan yang dirancang dengan baik, ExxonMobil dapat menggunakan kemampuannya untuk mengembangkan proyek berteknologi maju yang handal, aman, dan siap digunakan dalam skala yang dapat secara signifikan mengurangi emisi di seluruh Malaysia.

Sementara Executive Vice President and Chief Executive Officer Upstream Petronas, Adif Zulkifi, menyebutkan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah penting untuk membuka peluang dan potensi CCS di Malaysia melalui teknologi dan inovasi terapan. Upaya ini juga berpotensi membantu Petronas mencapai aspirasi emisi nol karbon di tengah lanskap energi yang berkembang.

“Petronas dan ExxonMobil berbagi hubungan jangka panjang yang telah melihat banyak kolaborasi dan usaha bisnis yang sukses di Malaysia maupun luar negeri. Kami bangga dengan kolaborasi bersama ExxonMobil ini dan berharap dapat mencapai ambisi bersama dalam memberikan solusi keamanan energi dan energi bersih,” ujar Adif.

MoU dengan Petronas adalah peluang CCS kesembilan yang telah diumumkan ExxonMobil sejak mendirikan divisi bisnis Low Carbon Solutions pada Maret 2021 lalu untuk mengkomersialkan teknologi rendah emisi. Peluang lainnya berada di Houston, Texas; LaBarge, Wyoming; Edmonton, Kanada; St. Fergus, Inggris Raya; Fife, Inggris Raya; Normandia, Prancis; Indonesia; dan Rusia. Ini adalah tambahan untuk proyek yang diumumkan sebelumnya di Qatar; Antwerpen, Belgia; Rotterdam, Belanda; dan Australia.

Low Carbon Solutions awalnya fokus pada upaya teknologi CCS untuk menangkap CO2 dari aktivitas industri yang seharusnya dilepaskan ke atmosfer, dan menyuntikkannya ke dalam formasi geologi bawah tanah untuk penyimpanan yang aman, terjamin, dan permanen. Divisi ini pun berkembang untuk mengejar investasi strategis dalam biofuel dan hidrogen untuk membawa teknologi rendah emisi itu ke skala sektor ekonomi yang sulit didekarbonisasi.

ExxonMobil memiliki pangsa sekitar seperlima dari kapasitas penangkapan CO2 global dan telah menangkap sekitar 40 persen dari semua CO2 antropogenik yang ditangkap di dunia.

Badan Energi Internasional memproyeksikan bahwa teknologi CCS dapat mengurangi emisi global hingga 15 persen pada tahun 2040, dan U.N. Intergovernmental Panel on Climate Change (UNIPCC) memperkirakan upaya dekarbonisasi global bisa dua kali lebih mahal tanpa teknologi CCS ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *